Banjarnegara – Senyum lega kembali menghiasi ruang pelaksanaan Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) di MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA). Setelah pada hari pertama para guru menghadapi kendala teknis berupa gagal login dan gangguan server, pelaksanaan AKGTK pada hari kedua sesi pertama berlangsung dengan lancer(6/10)
Pada sesi ini, tiga guru MIFABARA yang mendapatkan jadwal mengikuti AKGTK untuk mata pelajaran Akidah Akhlak dapat mengakses sistem dan mengerjakan seluruh rangkaian asesmen dengan baik. Sejak awal sesi, suasana tampak lebih tenang. Para guru mengikuti proses asesmen dengan fokus dan penuh kesungguhan.
Kelancaran pelaksanaan hari kedua menjadi kabar menggembirakan bagi keluarga besar MIFABARA. Pengalaman pada hari pertama justru membuat para guru semakin siap secara teknis maupun mental.
Sebelum asesmen dimulai, berbagai persiapan kembali dilakukan. Perangkat dipastikan siap, koneksi diperiksa, dan para peserta mempersiapkan diri dengan lebih tenang. Ketika sistem dapat diakses dengan baik, rasa syukur pun terpancar dari para guru.
Kepala MIFABARA, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan AKGTK pada hari kedua.
“Alhamdulillah, hari ini pelaksanaan AKGTK dapat berjalan dengan lancar. Setelah kemarin kita mendapatkan pengalaman dengan berbagai kendala teknis, hari ini 3 guru kita di sesi pertama bisa mengikuti asesmen dengan tenang dan maksimal. Ini membuktikan bahwa guru MIFABARA tidak mudah menyerah,” tutur beliau.
Beliau juga menyampaikan bahwa pengalaman hari pertama hendaknya menjadi pembelajaran agar para guru semakin siap menghadapi setiap proses pengembangan kompetensi.
“Kendala kemarin jangan kita lihat hanya sebagai hambatan, tetapi sebagai pengalaman. Hari ini kita belajar bahwa kesiapan bukan hanya tentang penguasaan materi, tetapi juga kesiapan mental untuk menghadapi situasi apa pun. Semoga seluruh guru yang mengikuti AKGTK diberikan kelancaran sampai selesai,” lanjutnya.
Salah satu peserta AKGTK sesi pertama, Wahid, turut mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran asesmen.
“Alhamdulillah, hari ini jauh lebih lancar. Setelah pengalaman kemarin, tentu kami sempat khawatir akan mengalami kendala lagi. Tetapi setelah login berhasil dan soal bisa dikerjakan dengan baik, kami menjadi lebih tenang. Tinggal fokus mengerjakan dan berusaha memberikan yang terbaik,” ungkapnya.
Menurut Wahid, pengalaman hari pertama justru memberikan pelajaran tersendiri bagi para peserta.
“Kemarin kita belajar sabar menghadapi sistem, hari ini kita belajar bersyukur ketika semuanya berjalan lancar. Apa pun hasilnya nanti, yang penting kami sudah berusaha dan mengikuti proses ini dengan sungguh-sungguh,” tambahnya.
Kelancaran AKGTK hari kedua menjadi energi positif bagi seluruh keluarga besar MIFABARA. Setelah sebelumnya diuji dengan kendala teknis, hari ini para guru mendapatkan kesempatan untuk membuktikan kesiapan dan kompetensinya.
Bagi MIFABARA, AKGTK bukan sekadar sebuah asesmen. Lebih dari itu, proses ini menjadi ruang refleksi bagi guru untuk mengenali kemampuan, mengevaluasi diri, dan terus meningkatkan kualitas profesional sebagai pendidik.
Jika hari pertama mengajarkan tentang kesabaran dan ketangguhan, maka hari kedua mengajarkan tentang rasa syukur dan kepercayaan diri. (nas)
