Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rakit kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan mental spiritual masyarakat. Dua penyuluh, Fuad Latif dan Fatma Kurnianingsih, melaksanakan kegiatan Bimbingan Rohani Islam (BIMROHIS) di Puskesmas Rakit 1, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat ini diikuti oleh 6 orang pasien rawat inap dan keluarga pendamping. Meski peserta tidak banyak, suasana pembinaan terasa sangat dekat, hangat dan menyentuh hati.
Pada kesempatan kali ini, tema yang diangkat adalah “Sabar dan Tawakal”, sebuah tema yang sangat relevan bagi pasien yang sedang diuji dengan sakit. Fuad Latif menjelaskan bahwa sakit bukanlah sebuah musibah semata, melainkan bagian dari cara Allah SWT untuk menggugurkan dosa dan mengangkat derajat hamba-Nya.
“Sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha. Sabar adalah tetap berikhtiar untuk sembuh, minum obat, mengikuti anjuran dokter, sambil menjaga lisan dan hati agar tidak mengeluh berlebihan kepada makhluk. Sedangkan tawakal adalah menyerahkan sepenuhnya hasil akhir kepada Allah setelah ikhtiar maksimal dilakukan,” jelas Fuad.
Sementara itu, Fatma Kurnianingsih menambahkan pendekatan psikologis keagamaan, bahwa dengan sabar dan tawakal hati akan menjadi lebih tenang, dan ketenangan hati sangat berpengaruh terhadap proses kesembuhan fisik. Ia mengajak para pasien untuk memperbanyak dzikir, istighfar, dan doa kesembuhan.
Salah satu pasien mengaku merasa lebih tenang dan termotivasi setelah mengikuti BIMROHIS ini. Program sinergi antara KUA Rakit dan Puskesmas Rakit 1 ini memang rutin dilaksanakan sebagai bentuk pelayanan holistik, tidak hanya mengobati fisik, tetapi juga menguatkan batin dan spiritual pasien agar tetap optimis menjalani proses penyembuhan.
(SN/azd)
