Banjarnegara (Humas) – Sinergi lintas sektor kembali ditunjukkan di Kecamatan Rakit. Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Rakit, Endah Widyawati, bersinergi dengan Pendamping PKH Desa Adipasir, Atikah, melaksanakan penyuluhan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH 1 Desa Adipasir, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di rumah warga tersebut mengangkat tema yang sangat inspiratif, yakni “Graduasi Menjadi Pilihan untuk Penerima Manfaat yang Sudah Sukses”. Pesan utama yang disampaikan adalah mengubah mindset penerima bantuan dari mental menerima menjadi mental mandiri dan berdaya.
Dalam paparannya, Atikah selaku Pendamping PKH menjelaskan bahwa graduasi adalah proses pelepasan diri secara sukarela dari kepesertaan PKH ketika keluarga sudah dianggap mampu dan sejahtera. Graduasi bukanlah sanksi, melainkan sebuah prestasi dan kebanggaan.
“Graduasi adalah bukti keberhasilan. Jika ekonomi sudah membaik, usaha sudah jalan, anak sudah lulus sekolah dan mandiri, maka sudah saatnya memberi kesempatan kepada keluarga lain yang lebih membutuhkan,” jelas Atikah.
Sementara itu, Endah Widyawati memperkuat pesan tersebut dari perspektif keagamaan. Ia menyampaikan bahwa dalam Islam, tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. “Mental mandiri dan tidak bergantung pada bantuan adalah bagian dari menjaga martabat dan kehormatan diri,” ujar Endah.
Sebagai bukti nyata, dalam kegiatan tersebut dihadirkan sosok inspiratif, Ratmini, warga RT 01/RW 01 Desa Adipasir yang telah berhasil graduasi mandiri. Ratmini menceritakan perjalanan usahanya, sebagai penjual nasi goreng yang dirintis dari bantuan PKH hingga kini sudah mampu mencukupi kebutuhan keluarga tanpa bantuan.
Para Penerima Manfaat yang hadir sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Melalui kolaborasi antara KUA Rakit dan Pendamping PKH ini, diharapkan semakin banyak KPM di Adipasir yang termotivasi untuk naik kelas, mandiri secara ekonomi, dan menjadi muzakki di kemudian hari.
(SN/azd)
