“Kunci Kelapangan Hati” Penyulu Agama Islam  KUA Rakit, Endah Widyawati  Ajak MT As Sodik Bersyukur dalam Segala Keadaan

Banjarnegara (Humas) – Kebahagiaan sejati tidak diukur dari banyaknya harta, melainkan dari kemampuan hati untuk bersyukur dalam segala keadaan, baik saat lapang maupun sempit.

Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Rakit, Endah Widyawati, dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan di Majelis Taklim As Sodik Desa Rakit yang diketuai Chajilah pada Senin (5/10/2026).

Kegiatan pengajian ini dilaksanakan setiap hari Senin diikuti oleh jemaah ibu-ibu dengan penuh antusias. Suasana kajian berlangsung khidmat dan menyejukkan.

Mengusung tema “Bersyukur dalam Segala Keadaan”, Endah menjelaskan bahwa syukur bukan hanya diucapkan saat mendapat nikmat, tetapi juga saat diuji dengan kesulitan.

“Syukur adalah ibadah hati, lisan, dan perbuatan. Banyak orang baru bersyukur ketika mendapat rezeki besar, jabatan, atau kesembuhan. Namun, ketika diuji dengan sakit, kekurangan, atau masalah keluarga, ia lupa bersyukur,” tutur Endah.

Menurutnya, ada tiga tingkatan syukur yang harus diamalkan. Pertama, syukur dengan hati, yaitu menyadari bahwa semua nikmat berasal dari Allah Swt. Kedua, syukur dengan lisan, yaitu memperbanyak ucapan alhamdulillah dan tidak mengeluh kepada manusia. Ketiga, syukur dengan perbuatan, yaitu menggunakan nikmat untuk ketaatan.

“Bersyukur saat lapang itu mudah, tetapi bersyukur saat sempit itu mulia. Ketika sakit, bersyukurlah masih diberi iman. Ketika rezeki terbatas, bersyukurlah masih diberi kesehatan dan keluarga,” tambahnya.

Endah memaparkan dua kunci agar mampu bersyukur dalam segala keadaan. Pertama, melihat ke bawah, tidak hanya melihat ke atas. Dengan melihat orang yang lebih sulit, hati akan lebih mudah bersyukur. Kedua, mengingat bahwa janji Allah pasti, siapa yang bersyukur akan ditambah nikmatnya.

Ketua MT As Sodik, Chajilah, menyampaikan apresiasi. “Materi ini sangat menyentuh hati kami. Sebagai ibu rumah tangga, kami sering lupa bersyukur ketika mendapat ujian. Kajian ini mengingatkan kami untuk tetap bersyukur dalam kondisi apa pun” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar seluruh jemaah MT As Sodik Desa Rakit senantiasa diberikan hati yang lapang dan mampu bersyukur dalam segala keadaan yang ditetapkan Allah Swt.

(n/azd)