Banjarnegara — Tiga guru dan tenaga kependidikan (GTK) MTs Negeri 1 Banjarnegara tengah mengikuti ajang Banyumas Raya GTK Award 2026, sebuah festival dan anugerah GTK madrasah tingkat Karesidenan Banyumas Raya yang untuk pertama kalinya diselenggarakan. Ketiga GTK Madtsansa tersebut akan berkompetisi dalam kategori berbeda sesuai dengan bidang pengabdian, inovasi, dan kontribusi mereka dalam memajukan pendidikan madrasah.
Ketiga peserta tersebut adalah Hj. Yuniyati, guru Matematika sekaligus Wakil Kepala Urusan Kurikulum, yang mengikuti kategori Guru Inspiratif; Musfiatul Muniroh, guru Bahasa Arab sekaligus pembimbing riset, dalam kategori Guru Inovatif; serta Fitriyanto, tenaga kependidikan yang bertugas sebagai pelaksana hubungan masyarakat (Humas), dalam kategori Tendik Inovatif.
Banyumas Raya GTK Award 2026 mengusung tema “GTK Hebat, Madrasah Kuat, Berdampak dan Menginspirasi.” Ajang ini menjadi ruang apresiasi bagi guru dan tenaga kependidikan madrasah yang terus mengembangkan kompetensi, menghadirkan pembaruan, serta memberikan dampak positif bagi peserta didik dan lingkungan pendidikan.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap keikutsertaan ketiga GTK tersebut. Menurutnya, partisipasi dalam ajang penghargaan bukan semata-mata tentang memperoleh gelar juara, melainkan juga kesempatan untuk menunjukkan praktik baik, mengevaluasi pengembangan profesional, serta berbagi pengalaman dengan pendidik dan tenaga kependidikan dari madrasah lain.
“Kami sangat mengapresiasi semangat ketiga GTK Madtsansa yang siap mengikuti Banyumas Raya GTK Award 2026. Keikutsertaan ini merupakan wujud komitmen madrasah untuk terus bertumbuh melalui guru-guru yang inspiratif, inovatif, dan tenaga kependidikan yang mampu menghadirkan pelayanan yang semakin baik. Kami berharap mereka dapat memberikan yang terbaik sekaligus membawa nama baik MTs Negeri 1 Banjarnegara,” ungkapnya.
Yatiman juga berharap ajang perdana di tingkat Karesidenan Banyumas Raya tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat budaya berprestasi dan berinovasi di lingkungan madrasah. Pengalaman mengikuti kompetisi diharapkan mampu mendorong lahirnya gagasan baru yang dapat diterapkan dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Hj. Yuniyati mengungkapkan bahwa kategori Guru Inspiratif menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan pengabdiannya dalam pembelajaran Matematika sekaligus menjalankan tugas manajerial di bidang kurikulum. Baginya, guru inspiratif tidak hanya dituntut menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga mampu membangun karakter, menumbuhkan rasa ingin tahu, serta mendorong peserta didik untuk berkembang sesuai potensinya.
“Menjadi guru adalah perjalanan belajar yang tidak pernah selesai. Saya ingin terus menghadirkan pembelajaran yang bermakna, mendorong murid agar berani berpikir, dan membantu mereka menemukan potensi terbaiknya. Semoga keikutsertaan ini menjadi ruang refleksi sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran di Madtsansa,” tuturnya.
Sementara itu, Musfiatul Muniroh memandang kategori Guru Inovatif sebagai kesempatan untuk memperkenalkan upaya pengembangan pembelajaran yang kreatif dan berdampak. Pengalamannya sebagai guru Bahasa Arab sekaligus pembimbing riset menjadi bekal untuk terus mendorong peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir kritis, melakukan penelitian, serta menghasilkan karya yang bermanfaat.
“Inovasi bagi saya bukan sekadar menghadirkan sesuatu yang berbeda, tetapi bagaimana gagasan tersebut dapat menjawab kebutuhan pembelajaran dan memberikan manfaat nyata bagi murid. Melalui ajang ini, saya berharap dapat berbagi praktik baik sekaligus memperoleh inspirasi untuk mengembangkan pendampingan riset dan pembelajaran yang lebih efektif,” jelasnya.
Adapun Fitriyanto mengikuti kategori Tendik Inovatif dengan membawa semangat pengembangan layanan kehumasan madrasah. Menurutnya, humas memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi, mendokumentasikan kegiatan, serta menyampaikan informasi dan prestasi madrasah kepada masyarakat secara tepat dan menarik.
“Bagi saya, inovasi dalam kehumasan berarti terus mencari cara agar informasi madrasah dapat disampaikan secara efektif, kreatif, dan mudah diakses masyarakat. Keikutsertaan ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa tenaga kependidikan juga memiliki peran penting dalam mendukung kemajuan dan citra positif madrasah,” ungkap Fitriyanto.
Banyumas Raya GTK Award 2026 mencakup tiga kategori utama, yakni Guru Inspiratif, Guru Inovatif, dan Tenaga Kependidikan Inovatif. Berdasarkan petunjuk pelaksanaan, proses penilaian dirancang melalui seleksi administrasi, penilaian portofolio atau karya, serta tahap final berupa presentasi dan wawancara. Pengumuman pemenang dijadwalkan pada 10 November 2026.
Keikutsertaan Hj. Yuniyati, Musfiatul Muniroh, dan Fitriyanto menjadi bagian dari ikhtiar MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam menguatkan budaya profesionalisme, kreativitas, dan pelayanan pendidikan. Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, ketiganya diharapkan mampu berbagi praktik baik serta menginspirasi GTK lainnya untuk terus berinovasi.
Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita Madtsansa untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan, sesuai dengan slogan “Madtsansa Semakin Mendunia.” (Lin)
