Banjarnegara (Humas) – Keberkahan dalam hidup sering kali tidak diukur dari seberapa besar materi yang dimiliki, melainkan dari sejauh mana nilai-nilai kebaikan dirawat dalam kehidupan sehari-hari. Pesan mendalam inilah yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarnegara, Ani Musyarofah, saat mengisi kajian spiritual bersama Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) Kelurahan Semampir, Rabu (14/10).
Dalam suasana yang penuh kehangatan dan kekeluargaan, penyuluh agama mengajak para peserta untuk merefleksikan kembali makna keberkahan yang tanpa disadari sering kali hilang akibat mengabaikan hal-hal kecil.
“Banyak dari kita merasa kecukupan itu terus menjauh, padahal bukan jumlah rezekinya yang berkurang, melainkan keberkahannya yang perlahan luntur. Sering kali pemicunya adalah hal-hal sederhana yang kita anggap sepele,” tutur penyuluh di hadapan ibu-ibu KPM PKH yang menyimak dengan khidmat.
Beberapa ‘hal kecil’ yang kerap menjadi pemicu sirnanya keberkahan antara lain berkurangnya rasa syukur atas nikmat harian, terbiasa menunda kewajiban, hingga lunturnya kerukunan serta tutur kata yang santun di dalam rumah tangga. Rezeki yang melimpah sekalipun akan terasa cepat habis dan tidak mendatangkan ketenangan jika tidak disertai dengan rasa syukur serta keikhlasan.
“Jangan anggap pertemuan ini hanya untuk menambah ilmu agama saja, tetapi ini adalah saatnya kita saling menguatkan mental dan spiritual. Ingat, perubahan besar selalu dimulai dari rumah dan keluarga kita sendiri,” tegas penyuluh.
Acara diakhiri doa bersama, para peserta menyambut antusias pesan yang disampaikan, menyadari bahwa membangun keluarga yang sejahtera tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga memperkuat pondasi spiritual melalui kepedulian pada hal-hal kecil yang mendatangkan rida Allah SWT.
