Banjarnegara – MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) Parakancanggah, Banjarnegara, kembali menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian antarteman melalui pelaksanaan upacara bendera pada Senin, 12 Oktober 2026. Upacara kali ini mengangkat tema penting, yaitu Stop Vandalisme dan Stop Bullying, sebagai ajakan kepada seluruh murid untuk menjaga lingkungan madrasah sekaligus membangun hubungan pertemanan yang sehat, aman, dan penuh kasih sayang.(12/ 10)
Bertindak sebagai pembina upacara adalah Nuri Fatimah, guru kelas 1A sekaligus tim jurnalis madrasah. Sementara itu, petugas upacara berasal dari kelas 5B di bawah bimbingan wali kelas Asri Maghfirotul Fauziah. Para petugas menjalankan tugasnya dalam rangkaian upacara dengan penuh tanggung jawab sebagai bagian dari pembiasaan karakter disiplin, kerja sama, dan keberanian tampil di depan umum.
Dalam amanatnya, Nuri Fatimah menekankan pentingnya menghentikan segala bentuk vandalisme dan perundungan atau bullying di lingkungan madrasah. Vandalisme, seperti mencoret-coret meja, kursi, dinding, atau fasilitas madrasah tanpa izin, merupakan tindakan yang dapat merusak keindahan dan kenyamanan lingkungan belajar. Sementara itu, bullying, baik berupa ejekan, hinaan, tindakan mengucilkan, maupun kekerasan fisik, dapat melukai perasaan dan mengganggu kenyamanan teman.
Pembina upacara mengajak seluruh murid untuk memahami bahwa madrasah bukan sekadar tempat menuntut ilmu, melainkan juga rumah kedua yang harus dijaga bersama. Setiap murid memiliki tanggung jawab untuk merawat fasilitas yang tersedia, menjaga kebersihan, serta menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan.
“Jagalah madrasah kita dan sayangi teman kita. Jangan merusak fasilitas yang sudah disediakan, jangan mencoret-coret meja atau dinding, dan jangan menyakiti teman, baik dengan perkataan maupun perbuatan. Kita semua adalah keluarga besar MIMAU yang harus saling menghormati, membantu, dan menyayangi,” pesan Nuri Fatimah dalam amanatnya.
Ia juga mengingatkan bahwa candaan tidak boleh dijadikan alasan untuk menyakiti orang lain. Perkataan yang dianggap lucu oleh seseorang belum tentu menyenangkan bagi temannya. Oleh karena itu, murid perlu belajar menjaga ucapan, menghargai perbedaan, serta berani meminta maaf apabila melakukan kesalahan. Jika melihat tindakan perundungan atau perusakan fasilitas, murid diharapkan tidak ikut-ikutan dan segera melaporkannya kepada guru agar dapat ditangani dengan tepat.
Kepala MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo, Wahyul Khomisah, menyampaikan dukungannya terhadap penguatan pendidikan karakter melalui amanat upacara tersebut. Menurutnya, menciptakan lingkungan madrasah yang aman dan nyaman tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas yang baik, tetapi juga membutuhkan kesadaran seluruh warga madrasah untuk menjaga dan menggunakannya secara bertanggung jawab.
“Madrasah yang baik adalah madrasah yang warganya mampu menjaga lingkungan sekaligus menghormati satu sama lain. Kami berharap pesan stop vandalisme dan stop bullying benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya didengarkan saat upacara. Mari kita biasakan menjaga fasilitas madrasah, berkata baik, menghargai teman, dan menyelesaikan masalah dengan cara yang bijaksana,” ungkap Wahyul Khomisah.
Senada dengan hal tersebut, Asri Maghfirotul Fauziah selaku wali kelas 5B menyampaikan bahwa keterlibatan murid kelas 5B sebagai petugas upacara menjadi kesempatan untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan keteladanan. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus mendorong murid untuk menjadi contoh positif bagi teman-temannya.
“Menjadi petugas upacara bukan hanya tentang menjalankan tugas dengan baik, tetapi juga belajar bertanggung jawab dan memberikan teladan. Saya berharap murid kelas 5B dan seluruh murid MIMAU dapat menunjukkan sikap saling menghargai, tidak melakukan perundungan, serta ikut menjaga kebersihan dan keutuhan fasilitas madrasah. Perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten,” tutur Asri Maghfirotul Fauziah.
Melalui amanat tersebut, Nuri Fatimah berharap seluruh murid semakin memahami bahwa menjaga madrasah dan menyayangi teman merupakan bentuk tanggung jawab bersama. Sikap sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, menggunakan fasilitas dengan baik, tidak mengejek teman, membantu teman yang kesulitan, serta berani berkata tidak terhadap perundungan, merupakan langkah nyata untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang positif.
Pelaksanaan upacara bendera pada Senin ini menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter perlu terus ditanamkan melalui kegiatan rutin dan keteladanan seluruh warga madrasah. Semangat Stop Vandalisme, Stop Bullying! diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi tumbuh menjadi budaya yang melekat dalam keseharian murid MIMAU.
Dengan menjaga lingkungan dan menyayangi sesama, seluruh warga MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo diharapkan mampu mewujudkan madrasah yang bersih, aman, nyaman, ramah anak, serta menjadi tempat tumbuhnya generasi yang berakhlak mulia. (NF)
