Banjarnegara (Humas) – Kemarau panjang membuat sumur mengering, sawah retak, dan tanaman layu. Sebagai hamba beriman, selain berikhtiar secara lahir, kita dianjurkan berikhtiar secara batin melalui salat sunah istisqa, yaitu salat untuk memohon hujan.
Pesan tersebut disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Rakit, Endah Widyawati, dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan di MT Mar’atus Solikhah Desa Bandingan RT 02 RW 04 yang diketuai Adminah pada Jumat (16/10/2026).
Kegiatan ini diadakan setiap hari Jumat dihadiri 25 jemaah ibu-ibu. endah mengusung tema “Salat Sunah Istisqa”. Tema ini dipilih sebagai pengingat bahwa hujan adalah rahmat Allah dan memohonnya adalah bagian dari ibadah.”Allah berfirman dalam QS. Nuh ayat 10-11, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat kepadamu.’ Artinya, hujan sangat terkait dengan istigfar dan tobat kita,” ujar Endah.
Dalam kajiannya, Endah menjelaskan tiga hal penting tentang salat istisqa. Pertama, pengertian dan hukum salat istisqa. “Salat istisqa adalah salat sunah muakkadah yang dikerjakan untuk memohon hujan ketika terjadi kekeringan. Salat ini pernah dilakukan Rasulullah SAW bersama para sahabat di tanah lapang dengan penuh kerendahan hati. Hukumnya sunah yang sangat dianjurkan” jelasnya.
Kedua, tata cara pelaksanaan. “Salat istisqa dikerjakan dua rakaat seperti salat Id, tanpa azan dan ikamah. Setelah salat, khatib menyampaikan khotbah yang berisi ajakan bertobat, memperbanyak istigfar, dan menyayangi sesama. Dianjurkan memakai pakaian sederhana, merendahkan diri, dan membawa serta anak-anak dan hewan ternak sebagai bentuk kasih sayang Allah kepada semua makhluk” terangnya.
Ketiga, adab sebelum melaksanakan istisqa. “Sebelum istisqa, hendaknya kita memperbanyak sedekah, membayar zakat, mendamaikan yang berselisih, dan memperbanyak istigfar. Sebab, terhalangnya hujan sering kali karena banyaknya dosa dan kurangnya kepedulian sosial. Allah akan menurunkan hujan jika hamba-Nya kembali kepada-Nya” tegasnya.
Jemaah ibu-ibu tampak antusias mengikuti kajian. Mereka mengaku baru memahami secara rinci tentang makna dan tata cara salat istisqa.
Kegiatan ditutup dengan istigfar dan doa bersama memohon agar Allah menurunkan hujan yang lebat, bermanfaat, dan membawa berkah bagi warga Desa Bandingan serta dijauhkan dari kekeringan yang berkepanjangan.
(n/azd)
