Banjarnegara (Humas) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purwanegara melaksanakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) hari pertama di Pondok Pesantren Daarul Falaah Muhammadiyah Merden, Selasa (20/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas pondok pesantren tersebut diikuti oleh 30 santriwan dan santriwati tingkat Ulya atau setara sekolah menengah atas (SMA).
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya KUA Purwanegara dalam membekali generasi muda dengan pemahaman keagamaan, pembentukan karakter, serta keterampilan sosial agar mampu menghadapi berbagai tantangan pada masa remaja.
Kepala KUA Kecamatan Purwanegara, Afif Sarianto, secara resmi membuka kegiatan BRUS. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya bimbingan bagi remaja sebagai langkah preventif untuk mencegah berbagai permasalahan sosial dan perilaku negatif yang dapat memengaruhi masa depan generasi muda.
“Bimbingan Remaja Usia Sekolah merupakan langkah penting dalam upaya pencegahan sejak dini. Kami berharap para santri dapat mengenali potensi diri, memperkuat keimanan, menjaga pergaulan, serta membangun sikap saling menghormati. Dengan bekal agama dan karakter yang kuat, remaja diharapkan mampu mengambil keputusan yang bijak dan terhindar dari perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ungkap Afif.
Materi pertama disampaikan oleh Retno Purnawati dari KUA Purwanegara dengan tema “Konsep Diri Remaja Qur’ani”. Dalam penyampaiannya, Retno mengajak para santri memahami jati diri sebagai remaja muslim, mengenali potensi dan kelebihan diri, serta menumbuhkan rasa percaya diri yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman dalam bersikap, bertutur kata, dan berinteraksi di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Remaja Qur’ani diharapkan tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak mulia, tanggung jawab, serta keteguhan dalam menghadapi pengaruh negatif lingkungan.
Selanjutnya, tim dari Kepolisian Resor (Polres) Banjarnegara menyampaikan materi tentang “Pencegahan KDRT dan Cegah Bullying”. Materi ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya membangun hubungan yang sehat, menghormati hak orang lain, serta mencegah kekerasan dan perundungan, baik secara langsung maupun melalui media digital.
Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Falaah Muhammadiyah Merden, Ifad Zain Azhar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada KUA Purwanegara yang telah memilih pondok pesantrennya sebagai lokasi pelaksanaan BRUS.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada KUA Purwanegara yang telah memberikan kepercayaan kepada pondok pesantren kami sebagai sasaran kegiatan BRUS. Kami berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan sehingga para santri memperoleh pembinaan yang bermanfaat bagi pembentukan karakter, penguatan akhlak, dan kesiapan menghadapi tantangan zaman,” tuturnya.
Melalui kegiatan BRUS ini, KUA Purwanegara berharap para santri semakin memahami pentingnya membangun konsep diri yang positif, menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, serta menciptakan lingkungan pergaulan yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan maupun perundungan.
(rp/azd)
