Jangan Tunggu Kehilangan untuk Belajar Bersyukur, Penyuluh KUA Kalibening Ajak Jemaah Kenali Beragam Bentuk Syukur

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalibening, Ngudi Rahayu, melaksanakan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim Baitul Asfa, Desa Asinan, Senin (26/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia menyampaikan materi tentang macam-macam syukur untuk mengajak jemaah semakin menyadari nikmat Allah Swt. dan membiasakan diri mensyukurinya dalam kehidupan sehari-hari.

Ngudi Rahayu mengajak jemaah memahami bahwa bersyukur tidak hanya dilakukan ketika memperoleh rezeki yang melimpah atau mengalami kebahagiaan. Nikmat kesehatan, kesempatan beribadah, keluarga, serta kemampuan menjalani aktivitas sehari-hari juga merupakan karunia yang patut disyukuri. Dengan menyadari nikmat-nikmat tersebut, seseorang diharapkan tidak mudah mengeluh dan mampu menjalani kehidupan dengan hati yang lebih tenang.

Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan bahwa syukur dapat diwujudkan melalui hati, lisan, dan perbuatan. Syukur dengan hati dilakukan dengan menyadari bahwa segala nikmat berasal dari Allah Swt. Syukur melalui lisan diwujudkan dengan memperbanyak ucapan hamdalah, sedangkan syukur melalui perbuatan dilakukan dengan menggunakan nikmat untuk hal-hal yang bermanfaat dan sesuai dengan ajaran agama.

“Bersyukur bukan hanya mengucapkan alhamdulillah, tetapi juga menyadari dari mana nikmat itu berasal dan menggunakannya untuk kebaikan. Ketika diberi kesehatan, gunakan untuk beribadah. Ketika diberi rezeki, manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dan membantu sesama. Dengan begitu, rasa syukur dapat terlihat dalam perilaku kita sehari-hari,” demikian pesan yang disampaikan dalam penyuluhan tersebut.

Jemaah juga diajak membiasakan diri melihat sisi baik dari setiap keadaan tanpa mengabaikan usaha untuk memperbaiki kehidupan. Sikap bersyukur diharapkan dapat menumbuhkan kesabaran, mengurangi kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama. Melalui kegiatan ini, jemaah Majelis Taklim Baitul Asfa diharapkan semakin memahami makna syukur dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. 

(WHA/azd)