Jangan Biarkan Perempuan Lupa Potensi Dirinya, Penyuluh KUA Kalibening Ajak Siswi Kenali Peran Perempuan dalam Islam

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalibening, Yulfiani, melaksanakan penyuluhan keagamaan di SMA Muhammadiyah Kalibening, Senin (26/10/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) dan Keputrian dengan mengangkat materi tentang peran perempuan dalam Islam.

Melalui kegiatan ini, Yulfiani mengajak para siswi memahami bahwa perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan, baik dalam keluarga maupun di tengah masyarakat. Pemahaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus mendorong para remaja putri untuk mengenali potensi diri dan mengembangkannya secara positif.

Dalam penyampaiannya, Yulfiani menekankan bahwa Islam memandang laki-laki dan perempuan sebagai hamba Allah yang memiliki tanggung jawab untuk beribadah serta melakukan kebaikan. Oleh karena itu, para siswi perlu memanfaatkan masa remaja untuk menuntut ilmu, memperbaiki akhlak, dan membangun karakter yang kuat sebagai bekal menghadapi masa depan.

“Menjadi perempuan bukan alasan untuk membatasi diri dalam belajar dan meraih cita-cita. Jadilah remaja putri yang berilmu, berakhlak baik, mampu menjaga kehormatan diri, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” demikian pesan yang ditekankan dalam materi penyuluhan tersebut.

Selain itu, para siswi diajak untuk bijak dalam pergaulan, mampu memilih lingkungan pertemanan yang positif, dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang bertentangan dengan nilai agama. Mereka juga diingatkan agar menggunakan media sosial secara bertanggung jawab serta menjaga sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan BRUS dan Keputrian ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi para siswi untuk mengenali jati diri, memperkuat pemahaman keagamaan, dan mempersiapkan masa depan dengan lebih baik. Melalui pendampingan tersebut, Yulfiani berharap para remaja putri tumbuh menjadi generasi yang berilmu, mandiri, berakhlak mulia, dan mampu menjalankan perannya secara positif di masyarakat. 

(WHA/azd)