Musfiatul Muniroh Raih Juara Harapan 3 Guru Inovatif pada GTK MTs Award Tingkat Provinsi Jawa Tengah Wilayah IV Tahun 2026

Banjarnegara — Guru Bahasa Arab sekaligus pembimbing kelas unggulan riset MTs Negeri 1 Banjarnegara, Musfiatul Muniroh, berhasil meraih Juara Harapan 3 kategori Guru Inovatif dalam ajang Anugerah GTK MTs Tingkat Provinsi Jawa Tengah Wilayah IV Tahun 2026. Penghargaan tersebut diraih setelah Musfiatul mengikuti babak grand final yang mempertemukan enam peserta terbaik dari empat kabupaten di wilayah Banyumas Raya.

Babak grand final kategori Guru Inovatif tersebut dilaksanakan pada Sabtu (24/10) di Andrawina Hall Hotel Owabong, Purbalingga. Para finalis mengikuti tahapan presentasi dan wawancara untuk menunjukkan gagasan, karya, serta inovasi yang dikembangkan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan madrasah.

Musfiatul Muniroh menjadi salah satu dari enam finalis kategori Guru Inovatif yang mewakili MTs Negeri 1 Banjarnegara. Sebelumnya, ia berhasil menempati peringkat pertama pada seleksi tingkat Kabupaten Banjarnegara sehingga berhak melanjutkan perjuangan ke tingkat Banyumas Raya.

Keikutsertaan Musfiatul dalam ajang tersebut menjadi bagian dari upaya MTs Negeri 1 Banjarnegara untuk terus mendorong budaya inovasi dan pengembangan profesionalisme guru. Sebagai guru Bahasa Arab dan pembimbing kelas unggulan riset, ia memiliki peran dalam mendampingi murid mengembangkan kemampuan akademik, kreativitas, serta keterampilan berpikir kritis melalui kegiatan pembelajaran dan penelitian.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasi atas perjuangan dan pencapaian yang diraih Musfiatul Muniroh. Menurutnya, keberhasilan melaju hingga babak grand final tingkat Banyumas Raya merupakan prestasi yang patut disyukuri sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh warga madrasah.

“Alhamdulillah, kami bersyukur dan bangga atas perjuangan Ibu Musfiatul Muniroh yang telah berhasil membawa nama MTs Negeri 1 Banjarnegara hingga babak grand final GTK MTs Award Wilayah IV. Capaian Juara Harapan 3 ini merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, dan semangat untuk terus mengembangkan kompetensi diri. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi guru-guru lainnya untuk terus berinovasi dan memberikan layanan pendidikan terbaik bagi murid,” ungkap H. Yatiman.

Sementara itu, Musfiatul Muniroh menerima hasil grand final dengan lapang dada. Baginya, kesempatan bertemu dan berkompetisi dengan para guru terbaik dari berbagai madrasah di Banyumas Raya merupakan pengalaman berharga untuk memperluas wawasan, mengukur kemampuan, sekaligus memperoleh inspirasi bagi pengembangan pembelajaran.

“Alhamdulillah, saya bersyukur dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga babak grand final dan memperoleh Juara Harapan 3. Saya menerima hasil ini dengan lapang dada. Bagi saya, pengalaman mengikuti ajang ini bukan semata-mata tentang peringkat, tetapi juga kesempatan untuk belajar, bertukar pengalaman, dan mendapatkan inspirasi dari inovasi yang dikembangkan oleh guru-guru hebat lainnya,” tutur Musfiatul.

Ia juga berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk terus mengembangkan inovasi pembelajaran di MTs Negeri 1 Banjarnegara. Menurutnya, guru perlu senantiasa terbuka terhadap perkembangan zaman, berani mencoba pendekatan baru, serta memastikan setiap inovasi memberikan manfaat nyata bagi murid.

Dukungan terhadap capaian Musfiatul juga disampaikan oleh Abdul Majid, guru Bahasa Arab MTs Negeri 1 Banjarnegara. Ia menilai keikutsertaan Musfiatul dalam ajang tersebut menjadi penyemangat bagi sesama guru, khususnya dalam mengembangkan pembelajaran Bahasa Arab yang lebih menarik, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan murid.

“Prestasi ini patut kita apresiasi. Perjuangan Bu Musfiatul hingga tingkat Banyumas Raya menunjukkan bahwa guru madrasah memiliki kesempatan untuk terus berkembang, berkarya, dan berbagi praktik baik. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi kami untuk semakin bersemangat meningkatkan kualitas pembelajaran dan menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi murid,” ujar Abdul Majid.

Apresiasi juga datang dari Qori Zamani, murid kelas 9C unggulan Tahfiz MTs Negeri 1 Banjarnegara. Ia mengungkapkan rasa bangganya karena salah satu guru Madtsansa berhasil menjadi finalis pada ajang penghargaan tingkat Banyumas Raya.

“Saya bangga karena guru Madtsansa bisa mengikuti grand final dan meraih penghargaan. Semoga prestasi ini memotivasi kami sebagai murid untuk terus belajar, berusaha meraih prestasi, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan,” ungkap Qori.

Ajang GTK MTs Award Wilayah IV Tahun 2026 menjadi ruang apresiasi bagi guru dan tenaga kependidikan madrasah yang menunjukkan dedikasi serta kemampuan menghadirkan perubahan positif. Pada kategori Guru Inovatif, penilaian menitikberatkan pada kebaruan gagasan, efektivitas inovasi, kualitas laporan dan implementasi, serta potensi pengembangan karya.

Bagi MTs Negeri 1 Banjarnegara, capaian Musfiatul Muniroh sebagai Juara Harapan 3 bukan sekadar hasil kompetisi, melainkan bagian dari perjalanan membangun budaya berprestasi dan berinovasi. Dengan semangat belajar dan kolaborasi, Madtsansa terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang berkualitas, mengembangkan potensi murid, serta melahirkan guru-guru yang berdampak dan menginspirasi.(Lin)