Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan, M. Syaiful Abidin, menggelar kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan bersama Majelis Taklim (MT) Nasyiatul Aisyiyah Ranting Bulu, Desa Pagentan. Kegiatan spiritual ini berlangsung hangat pada Rabu (28/10/2026), bertempat di kediaman salah seorang jemaah, Ibu Ainun. Sebanyak 21 orang jemaah yang didominasi oleh ibu-ibu muda warga Dusun Bulu antusias mengikuti jalannya pengajian dari awal hingga akhir.
Dalam kesempatan tersebut, Syaiful membawakan materi yang menggugah pemahaman keimanan dengan tema “Mengapa Dalam Al-Qur’an Bersyukur Tidak Cukup Hanya Dengan Mengucapkan ‘Alhamdulillah’? (Bagian 1)”. Ia menjelaskan bahwa hakikat syukur dalam ajaran Islam memiliki tingkatan dan dimensi yang sangat luas, tidak sekadar berenti pada ucapan di bibir semata.
Syaiful menyampaikan bahwa secara keseluruhan terdapat tujuh tingkatan syukur seorang hamba kepada Allah SWT. Namun, pada pertemuan bagian pertama ini, ia memaparkan empat poin utama terlebih dahulu.
“Syukur itu mencakup seluruh aspek diri kita. Tingkatan pertama adalah Syukur dengan Hati, yaitu menyadari dan meyakini dengan sepenuhnya dari siapa nikmat itu datang. Kedua, Syukur dengan Lisan, yakni mengakui dan memuji Allah atas segala karunia-Nya. Ketiga, Syukur dengan Shalat, di mana kita membalas dan menyambut nikmat tersebut dengan ketaatan ibadah secara fisik. Serta keempat, Syukur dengan Bekerja, sebagaimana pelajaran dari Nabi Dawud AS yang sangat dalam bahwa syukur juga diwujudkan melalui aksi nyata dan karya yang bermanfaat,” jelas Syaiful di hadapan para jemaah.
Kehadiran program bimbingan penyuluhan ini mendapat sambutan yang sangat positif dari pengurus dan anggota majelis taklim setempat. Ketua MT Nasyiatul Aisyiyah Ranting Bulu Pagentan, Khusnul Khotimah, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas materi yang dinilai sangat relevan bagi kehidupan sehari-hari ibu-ibu muda di dusunnya.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pihak KUA Pagentan, khususnya Penyuluh Agama Islam Syaiful Abidin. Pembahasan tema hari ini benar-benar membuka wawasan kami para ibu muda di Dusun Bulu. Selama ini mungkin kita menganggap syukur cukup dengan mengucap ‘Alhamdulillah’, ternyata penerapannya dalam Al-Qur’an jauh lebih mendalam, mulai dari hati, lisan, ibadah shalat, hingga ikhtiar kerja kita sehari-hari. Kami sangat menantikan kelanjutan materi bagian kedua pada pertemuan berikutnya,” ungkap Khusnul Khotimah.
Melalui kegiatan rutinitas bimbingan penyuluhan ini, KUA Pagentan berharap dapat terus memperkuat pembinaan mental spritual masyarakat serta menghadirkan pemahaman keagamaan yang inklusif, aplikatif, dan menyejukkan di tengah-tengah warga Desa Pagentan.
(msa/azd)
