Jangan Biarkan Kecemasan Merampas Ketenangan, Penyuluh KUA Kalibening Ajak Jamaah Hadapi Kekhawatiran dengan Tuntunan Islam

Banjarnegara (Humas) – Kecemasan merupakan bagian dari pengalaman hidup yang dapat dialami siapa saja. Namun, ketika kekhawatiran berlebihan mulai mengganggu ketenangan dan aktivitas sehari-hari, seseorang perlu belajar mengelolanya dengan cara yang tepat. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalibening, Ari Nurhidayah, dalam kegiatan penyuluhan pada Kajian Alumni Universitas Terbuka di Desa Kalibombong, Kecamatan Kalibening, Kamis (29/10/2026).

Dalam kajian tersebut, Ari mengajak jamaah memahami bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk menghadapi persoalan hidup dengan ikhtiar, doa, dan tawakal kepada Allah Swt. Kekhawatiran terhadap masa depan, pekerjaan, keluarga, maupun persoalan pribadi hendaknya tidak membuat seseorang kehilangan harapan dan melupakan nikmat yang masih dimiliki.

Ia menjelaskan bahwa salah satu upaya menjaga ketenangan hati adalah memperkuat hubungan dengan Allah melalui salat, zikir, membaca Al-Qur’an, dan berdoa. Selain itu, seseorang perlu belajar membedakan hal-hal yang dapat diusahakan dan hal-hal yang berada di luar kendalinya.

“Ketika kecemasan datang, jangan biarkan pikiran dipenuhi oleh berbagai kemungkinan buruk. Berusahalah semampunya, berdoa, dan serahkan hasilnya kepada Allah Swt. Tawakal bukan berarti berhenti berusaha, melainkan tetap melakukan yang terbaik tanpa membiarkan kekhawatiran menguasai diri,” pesannya.

Ari juga mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup yang seimbang, beristirahat cukup, serta berbagi cerita dengan orang tepercaya ketika menghadapi beban pikiran. Apabila kecemasan berlangsung terus-menerus hingga mengganggu aktivitas, mencari bantuan tenaga profesional merupakan langkah yang bijaksana dan tidak bertentangan dengan ikhtiar dalam Islam.

Melalui kegiatan ini, jamaah diharapkan mampu menyikapi kecemasan dengan lebih tenang, memperkuat spiritualitas, dan menjalani kehidupan secara lebih seimbang. Dengan memadukan doa, usaha nyata, serta dukungan yang tepat, setiap persoalan dapat dihadapi secara bertahap tanpa kehilangan harapan kepada Allah Swt. 

(WHA/azd)