Banjarnegara – Semangat mencintai dan menghafal Al-Qur’an terus tumbuh di MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA). Kabar membanggakan kembali hadir dari kelas 5C. Dua siswi, Hafiza dan Nia, berhasil menyelesaikan hafalan Surah Yaa Siin dengan baik melalui program tahfidz surah-surah pilihan yang menjadi bagian dari pembinaan karakter religius peserta didik.(27/10)
Pencapaian ini menjadi wujud nyata kesungguhan dan ketekunan para siswi dalam mendekatkan diri kepada Al-Qur’an. Menghafal surah pilihan bukan sekadar mengingat rangkaian ayat, melainkan juga menjadi ikhtiar menanamkan kecintaan terhadap Kalamullah serta membangun kebiasaan baik yang diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
Keberhasilan Hafiza dan Nia tidak terlepas dari pendampingan guru tahfidz, Luqman Hakim, yang senantiasa membimbing proses hafalan, ketepatan bacaan, serta penguatan semangat para peserta didik. Melalui pembelajaran yang berkesinambungan, MIFABARA berupaya menghadirkan pengalaman pendidikan Al-Qur’an yang bermakna dan menyenangkan bagi anak-anak.
Kepala MI Al Fatah Parakancanggah, Durotun Nafisah, menyampaikan apresiasi atas pencapaian kedua siswi tersebut.
“Alhamdulillah, setiap capaian dalam pembelajaran Al-Qur’an adalah anugerah dan kebanggaan bagi madrasah. Semoga Hafiza dan Nia senantiasa istiqamah menjaga hafalannya, semakin mencintai Al-Qur’an, dan menjadikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai pedoman dalam berperilaku,” ungkapnya.
Guru tahfidz, Luqman Hakim, turut menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan kedua siswi dalam menyelesaikan hafalan Surah Yaa Siin.
“Alhamdulillah, Hafiza dan Nia telah menuntaskan hafalan Surah Yaa Siin dengan baik. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus belajar, memperkuat hafalan, dan semakin dekat dengan Al-Qur’an. Perjalanan menghafal membutuhkan kesabaran dan istiqamah, dan setiap ayat yang dihafalkan insyaallah menjadi bekal kebaikan,” tuturnya.
Pencapaian ini semakin memperkuat komitmen MIFABARA dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kokoh. Program tahfidz surah-surah pilihan menjadi salah satu langkah madrasah dalam menumbuhkan peserta didik yang religius, berakhlak mulia, dan mencintai Al-Qur’an.
Semoga keberhasilan Hafiza dan Nia menjadi inspirasi bagi teman-teman lainnya untuk terus bersemangat dalam menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an.
Satu ayat yang dihafal dengan cinta, insyaallah menjadi cahaya yang menerangi perjalanan hidup.(nas)
