Banjarnegara – Semangat melahirkan generasi Qur’ani terus tumbuh di MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA). Kabar membanggakan kembali datang dari kelas 5C. Najma berhasil menyelesaikan hafalan Tahfidz Al-Qur’an Juz 4. Sebuah pencapaian istimewa yang menjadi bukti kesungguhan, ketekunan, dan kecintaannya terhadap Kalamullah.(29/10)
Menyelesaikan hafalan hingga Juz 4 bukanlah perjalanan singkat. Di balik capaian tersebut terdapat proses panjang yang membutuhkan kedisiplinan, kesabaran, serta semangat untuk terus mengulang dan menjaga ayat demi ayat. Setiap hafalan yang berhasil diselesaikan menjadi langkah berharga dalam perjalanan Najma mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari bimbingan Ustadzah Fatma selaku guru tahfidz yang senantiasa mendampingi proses hafalan, memberikan arahan, serta memotivasi peserta didik agar terus berkembang dalam kemampuan menghafal dan menjaga kalam Allah.
Kepala MIFBARA, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas pencapaian Najma.
“Alhamdulillah, capaian ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar MIFABARA. Semoga hafalan yang telah diraih tidak hanya menjadi prestasi, tetapi juga menjadi bekal kehidupan yang senantiasa membimbing ananda dalam kebaikan. Teruslah belajar, menjaga hafalan, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat sepanjang hayat,” ungkapnya.
Fatma juga menyampaikan rasa syukur atas perkembangan dan keberhasilan Najma dalam menyelesaikan hafalan Juz 4.
“Alhamdulillah, setiap ayat yang berhasil dihafalkan merupakan anugerah sekaligus buah dari kesungguhan. Semoga Najma semakin semangat melanjutkan hafalan, tidak lelah dalam murojaah, dan senantiasa istiqamah menjaga apa yang telah dihafalkan. Semoga kelak Al-Qur’an benar-benar menjadi cahaya dalam kehidupannya,” tuturnya.
Kebahagiaan atas pencapaian Najma juga dirasakan oleh kedua orang tuanya. Dukungan, doa, dan pendampingan keluarga menjadi bagian penting dalam perjalanan ananda mencintai serta menghafal Al-Qur’an.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian Najma. Semoga hafalan yang telah diraih senantiasa terjaga, menjadi keberkahan bagi Najma dan keluarga, serta menjadi langkah awal untuk terus menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an. Kami tidak berharap ananda hanya menjadi penghafal ayat, tetapi juga tumbuh menjadi anak yang berakhlak mulia dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya,” ungkap Ayah/Bunda Najma.
Bagi MIFABARA, setiap pencapaian tahfidz memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar jumlah juz yang diselesaikan. Di dalamnya terdapat proses pembentukan karakter, penanaman kedisiplinan, penguatan spiritual, serta pembiasaan mencintai Al-Qur’an sejak usia dini.(nas)
