Banjarnegara – Prestasi membanggakan kembali hadir dari MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA). Kali ini, kabar bahagia datang dari Naili, siswi kelas 5C, yang berhasil menyelesaikan hafalan Tahfidz Juz 1 Al-Qur’an. Capaian ini menjadi bukti nyata tumbuhnya semangat generasi Qur’ani di lingkungan madrasah.(28/10)
Menyelesaikan hafalan satu juz Al-Qur’an tentu bukan perkara mudah. Dibutuhkan kesungguhan, kedisiplinan, kesabaran, serta konsistensi dalam mengulang dan menjaga setiap ayat yang telah dihafalkan. Keberhasilan Naili menjadi buah dari proses belajar yang dijalani dengan tekun dan penuh semangat.
Perjalanan hafalan tersebut mendapat pendampingan dari guru tahfidz, Luqman Hakim, yang senantiasa membimbing peserta didik dalam memperkuat hafalan, memperhatikan ketepatan bacaan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Kepala MI Al Fatah Parakancanggah, Durotun Nafisah, menyampaikan apresiasi atas pencapaian Naili.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas capaian Naili. Menyelesaikan hafalan satu juz merupakan perjalanan yang membutuhkan perjuangan dan ketekunan. Semoga hafalan ini senantiasa terjaga, menjadi sumber keberkahan, serta mengantarkan ananda tumbuh menjadi generasi yang berakhlakul karimah dan senantiasa dekat dengan Al-Qur’an,” ungkapnya.
Guru tahfidz, Luqman Hakim, turut menyampaikan rasa syukur dan harapannya atas keberhasilan Naili.
“Alhamdulillah, Naili telah menyelesaikan hafalan Juz 1. Semoga pencapaian ini menjadi penyemangat untuk terus melangkah ke juz berikutnya. Jangan pernah lelah mengulang hafalan, karena menjaga hafalan membutuhkan istiqamah. Semoga Al-Qur’an senantiasa menjadi sahabat dalam setiap perjalanan hidupnya,” tuturnya.
Kebahagiaan juga dirasakan oleh keluarga Naili. Dukungan dan doa orang tua menjadi bagian penting dalam perjalanan ananda menghafal Al-Qur’an.
“Kami sebagai orang tua tentu merasa sangat bersyukur dan bangga. Terima kasih kepada para ustadz dan ustadzah yang telah membimbing serta mendampingi Naili. Semoga ananda tidak cepat berpuas diri, senantiasa istiqamah menjaga hafalannya, dan kelak dapat mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Bagi kami, bukan hanya banyaknya hafalan yang menjadi kebanggaan, tetapi juga tumbuhnya akhlak dan kecintaan ananda terhadap Al-Qur’an,” ungkap orang tua Naili.
Bagi MIFABARA, pencapaian ini bukan sekadar keberhasilan menghafalkan sejumlah ayat, melainkan bagian dari ikhtiar membangun generasi yang memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an. Madrasah terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual, kekuatan spiritual, dan pembentukan akhlak mulia. (nas)
