Banjarnegara (Humas) – Komitmen menghadirkan Kemenag Berdampak diwujudkan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara melalui pentasarufan bantuan sanitasi kepada 44 lembaga pendidikan jenjang RA, MI, MTs, dan MA dengan total anggaran Rp180.500.000.
Melalui Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Raudatul Jannah, kegiatan pentasarufan dijadwalkan berlangsung pada (3–6/2026) di empat wilayah, yakni Mandiraja, Banjarmangu, Punggelan, dan Karangkobar.
Raudatul Jannah menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk pemanfaatan dana zakat untuk mendukung peningkatan kualitas sarana pendidikan madrasah. “Kami berharap bantuan sanitasi ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kebersihan dan kenyamanan lingkungan madrasah, sehingga peserta didik dapat belajar dalam lingkungan yang sehat,” ungkapnya.
Kegiatan ini turut didampingi Johan Muklas selaku Unit Pengendali Gratifikasi (UPG) Kemenag Banjarnegara. Pendampingan tersebut sekaligus menjadi sarana sosialisasi dan edukasi integritas ASN dalam pengelolaan serta penyaluran bantuan.
Johan Muklas menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas kedinasan. “Penyaluran bantuan harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan. Integritas menjadi hal penting yang harus dijaga oleh setiap ASN agar kepercayaan masyarakat terhadap Kementerian Agama terus meningkat,” jelasnya.
Melalui program ini, Kemenag Banjarnegara berharap dukungan terhadap sarana sanitasi madrasah dapat memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat komitmen pelayanan yang bersih, transparan, dan berdampak bagi masyarakat.
(azd)
