Banjarnegara (Humas) – Tes Intelligence Quotient (IQ) adalah tes yang dirancang untuk mengukur kemampuan intelektual seseorang dalam beberapa aspek seperti kemampuan verbal, keterampilan spesial, pemahaman matematika, hingga kemampuan memecahkan masalah. Hal ini tentunya sangat penting bagi kita agar mengetahui sejauh mana kemampuan kita.
Namun demikian kita tidak bisa melaksanakan tes tersebut secara mandiri diawal bulan Februari Sabtu lalu. Karna itu, MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo atau yang terkenal dengan MIMAU bekerja sama dengan Widya Wiwaha dari Pekalongan dengan atas rekomendasi Kantor Kementerian Agama (KanKemenag) Banjarnegara.(1/2)
Beberapa latar belakang diselenggarakannya tes IQ, pertama untuk mengetahui tingkat kecerdasan dan kemampuan peserta didik, kedua untuk mengetahui bakat dan minat belajar, ketiga untuk mengetahui daya kemampuan serap peserta didik, dan keempat adalah untuk mengetahui tingkat kecerdasan IQ awal peserta didik sehingga memudahkan dalam pembuatan rancangan pembelajaran setiap Tahun Pelajaran. Untuk itu, MIMAU laksanakan tes IQ ini bagi seluruh peserta didik dari kelas 1 hingga kelas 6.
Secara teknis, dengan tetap melaksanakan pembelajaran seperti biasa, tes IQ ini dilaksanakan disela – sela jam pelajaran sesuai dengan giliran waktu yang ditentukan serta dibagi petugas. Dengan diikuti oleh 278 (dua ratus tujuh puluh delapan) peserta didik MIMAU yang terbagi dua kategori yaitu kategori kelas bawah (kelas 1-3) dan kategori kelas atas (kelas 4-6). Dimulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB, pelaksanaan tes IQ tersebut secara bergantian waktu oleh petugas dimulai kategori kelas bawah. Dan sesuai dengan pembagian waktu tersebut tes IQ dapat berjalan dengan lancar dan selesai sesuai waktu yang ditentukan.
Menurut Wahyul Khomisah selaku kepala madrasah, bahwa hasil dari penyelenggaraan tes Intelligence Quotient (IQ) ini pada akhirnya diharapkan dapat membantu untuk menemukan sekaligus mempersiapkan model pembelajaran serta menetapkan berbagai kebijakan. Hal tersebut dapat diketahui jika terdapat peserta didik yang memiliki tingkat Intelligence dengan pencapaian rata-rata yang dapat diketahui saat awal masuk di madrasah.
“tes IQ dapat menentukan kemampuan anak-anak MIMAU, selain itu juga untuk mengetahui sejauh mana bakat minatnya, harapannya tes IQ ini juga dapat menentukan model pembelajaran yang akan dilaksanakan, mari sukseskan tes IQ ini untuk mengetahui kemampuan anak-anak kita, semoga bermanfaat dan berjalan dengan lancar, pesan Wahyul kepada seluruh guru-guru MIMAU yang tentunya waktu pembelajarannya akan tersita sejenak karna digunakan untuk pelaksanaan tes IQ tersebut.
Hal senada ditegaskan pula oleh Talita salah satu pelaksana tes IQ dari Widya Wiwaha. Menurutnya tes yang diselenggarakan ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mempersiapkan proses pembelajaran khususnya bagi peserta didik di MIMAU.
“Kami menyadari, bahwa tes Intelligence Quotient (IQ) bukanlah satu-satu cara yang dapat memberikan gambaran terkait mempersiapkan model pembelajaran bagi peserta didik, namun paling tidak hasil yang diperoleh dari tes IQ tersebut mampu memberikan gambaran untuk melangkah mempersiapkan sesuatu yang terbaik bagi peserta didik, khususnya di MIMAU,”terangnya. (NF)
