Banjarnegara (Humas) – MI Maarif Al Falah Joyokusumo (Mimau) merupakan madrasah unggulan yang memiliki segudang prestasi serta kegiatan unggulan yang dapat meningkatkan value madrasah. Setiap tahun, Mimau mengadakan berbagai agenda yang terbagi di semester 1 dan 2. Pada semester 2, agenda besar yang akan dilaksanakan adalah Khotmil Quran khusus kelas III dan pelepasan khusus kelas VI. Persiapan demi persiapan dilakukan sedini mungkin dengan mengumpulkan wali murid kelas III dan VI untuk mensosialisasikan acara tersebut.(4/2)
Rapat Sosialisasi yang bertempat di PP Aula Salafiyah Al Falah Joyokusumo yang dihadiri oleh Kepala Madrasah, Wali Kelas IIIA dan IIIB serta wali kelas VI dan juga wali murid kelas IIIA, IIIB dan VI. Rapat ini bertujuan sebagai wujud pemberitahuan dan kesiapan-kesiapan yang perlu dilakukan baik pihak madrasah ataupun pihak orang tua. Acara dibuka langsung oleh Kepala Madrasah sekaligus memberi arahan mengenai rangkaian acara serta persiapan yang harus segera dilakukan.
Wahyul Khomisah, selaku Kepala Madrasah dalam sambutannya menyatakan bahwa event di semester 2 akan berjalan begitu cepat serta event besar banyak dilaksanakan di semester genap ini.
“Event pada semester 2 yang membutuhkan persiapan yang matang adalah Khotmil Quran Juz 30 bilkhifzhi kelas III dan untuk kelas VI adalah kegiatan ujian madrasah serta pelepasan siswa. Walaupun akan dilaksanakan pada bulan Juni, namun kita perlu koordinasi bersama sejak dini,” ujarnya.
Khotmil Quran khusus kelas III merupakan acara khotmil dengan melafalkan hafalan surah yang terdapat pada juz 30. Dalam rapat koordinasi, walikelas III memberi laporan mengenai perkembangan Tahfizh disetiap kelasnya. Adapun Tahfizh yang diujikan kelas III adalah dari Surah Al Balad – An Nas dengan total 25 surah. Namun surah sebelumnya dari An Naba tetap di murajaah. Perjuangan yang dilakukan kelas III untuk menghafal sangat terasa. Laporan ini menjadi bekal untuk orang tua peserta khotmil untuk selalu memantau belajar dan hafalan siswa.
Atika, selaku wali murid kelas III mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan bisa bergabung mempersiapkan Khotmil Quran dan dengan perolehan Tahfizh yang telah diumumkan membuatnya menjadi terpacu untuk terus mengkawal hafapan putranya.
“Alhamdulillah, anak saya akan merasakan khotmil quran walaupun masih juz 30. Itu adalah suatu kebanggaan tersendiri. Namun, berhubung anak saya masih proses hafalan saya akan terus membersamai anak saya dalam hafalannya supaya nantinya bisa lancar dan mampu menjaga hafalannya,” ujarnya.
Selain kegiatan khotmil quran sebagai agenda utama semester 2, ujian madrasah dan pelepasan kelas VI juga menjadi agenda rutinan tiap tahun yang perlu pengawasan serta pengawalan siswa dalam belajar.
Ujian madrasah adalah ujian yang diselenggarakan oleh suatu satuan pendidikan untuk mengukur pencapaian kompetensi lulusan. Hal ini menjadi faktor penentu karena nilai siswa juga sangat mempengaruhi kredibilitas madrasah, untuk itu perlu persiapan yang dilakukan wali kelas VI, orang tua serta siswa supaya mampu mendapatkan nilai yang terbaik.
Langkah awal yang dilakukan adalah pembentukan jadwal belajar tambahan untuk siswa kelas VI menuju ujian madrasah. Penghujung semester juga terdapat pelepasan siswa kelas VI sebagai tanda tamatnya siswa kelas VI untuk menempuh pembelajaran di tingkat SD/MI.
Tismiatin, selaku wali kelas VI menyampaikan dalam laporan perkembangan siswa kelas VI bahwasanya perlu penekanan arti tanggung jawab, kemandirian serta kejujuran.
“Alhamdulillah, kita telah sampai di semester 2 tentu perlu persiapan yang matang dikarenakan agenda terakhir akan dilakukan oleh kelas VI. Namun, selesainya siswa belajar di sini, perlu adanya penanaman karakter seperti arti tanggung jawab, kemandirian dan kejujuran. Dengan terciptanya karakter tersebut. Untuk menunjang nilai ujian madrasah yang baik, perlu dukungan orang tua juga mengenai pengawasan belajar serta penggunaan handphone,” ungkapnya. (AD)
