Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rakit, Fatma Kurnianingsih, melaksanakan pendampingan agama di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banjarnegara, khususnya Warga Binaan Blok Wanita, Selasa (13/10/2026). Kegiatan berlangsung pukul 10.00 hingga 11.00 WIB dengan suasana khidmat dan penuh haru.
Mengusung tema “Al-Qur’an Menjadi Obat dan Rahmat”. Fatma mengajak warga binaan untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber kekuatan, penyembuh luka batin, dan pembuka jalan rahmat Allah Swt. di tengah masa pembinaan.
Materi mengambil hikmah dari Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 82 yang artinya:
‘Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.’
Dalam penyampaiannya, Fatma menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah obat bagi tiga penyakit utama. Pertama, obat bagi penyakit hati seperti gelisah, cemas, dan putus asa. Kedua, obat bagi penyakit perilaku dengan memberikan petunjuk menuju jalan yang lurus. Ketiga, rahmat bagi orang beriman yang membacanya, memahaminya, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan pernah merasa sendiri. Ketika hati terasa sempit, kembalilah kepada Al-Qur’an. Satu ayat yang dibaca dengan iman mampu menjadi penawar yang tidak mampu diberikan oleh siapa pun,” ujar Fatma di hadapan warga binaan.
Ia juga membimbing warga binaan untuk membiasakan membaca Al-Qur’an, berzikir, dan memperbanyak istigfar agar hati menjadi tenang dan masa depan penuh harapan.
Pihak Rutan Kelas IIB Banjarnegara menyambut baik kegiatan pendampingan agama tersebut. Melalui sinergi ini, diharapkan warga binaan Blok Wanita semakin dekat dengan Al-Qur’an, memperbaiki diri, dan siap menjadi pribadi yang lebih baik serta berakhlak mulia setelah menjalani masa pembinaan.
(SN/azd)
