Alriq, Siswa MTs Negeri 1 Banjarnegara Raih Juara 3 Kejuaraan Motocross FFA Non Pro Jateng-DIY

Banjarnegara (Humas) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh salah satu siswa MTs Negeri 1 Banjarnegara. Alriq, siswa kelas 8D, berhasil meraih juara 3 dalam ajang bergengsi Kejuaraan Motocross Kelas FFA Non Pro Jawa Tengah–DIY yang digelar pada Sabtu (8/11) di sirkuit Kratingdaeng Ghea Gebel, Semarang. (9/11)

Dalam ajang yang diikuti oleh puluhan pembalap muda dari berbagai kabupaten di Jawa Tengah dan DIY tersebut, Alriq menunjukkan kemampuan luar biasa. Meskipun lintasan dipenuhi lumpur akibat hujan deras sejak pagi, Alric tetap mampu mempertahankan konsistensi kecepatan dan teknik hingga finis di posisi ketiga.

“Lomba kali ini benar-benar menantang karena lintasannya licin sekali. Banyak pembalap yang terjatuh, tapi saya berusaha tetap fokus dan menjaga ritme agar tidak kehilangan kendali,” ujar Alric dengan senyum bangga saat diwawancarai setelah upacara penghargaan.

Menurut Alriq, kunci keberhasilannya terletak pada latihan rutin dan bimbingan sang ayah yang juga merupakan pelatih pribadinya.

“Setiap akhir pekan saya latihan di sirkuit lokal. Ayah selalu menekankan pentingnya keseimbangan dan kontrol gas, bukan hanya kecepatan. Hasilnya bisa saya rasakan sendiri di kompetisi ini,” tambahnya.

Pihak sekolah turut menyampaikan apresiasi atas prestasi membanggakan tersebut. Ikhsanudin, Wakil Kepala Urusan Kesiswaan MTs Negeri 1 Banjarnegara, mengaku bangga dan menilai capaian Alriq menjadi bukti bahwa potensi siswa tidak terbatas pada bidang akademik saja.

“Keberhasilan Alriq ini menjadi inspirasi bagi siswa lain bahwa prestasi bisa diraih di berbagai bidang, asalkan ada semangat, disiplin, dan dukungan dari lingkungan,” ujar Ikhsanudin. “Kami di pihak sekolah akan terus memberikan ruang dan dukungan bagi siswa yang memiliki bakat di luar kelas, termasuk olahraga ekstrem seperti motocross.”

Sementara itu, Dody Herdiyanto, wali kelas 8D yang juga dikenal dekat dengan para siswanya, menyampaikan rasa bangga atas keberanian dan ketekunan Alriq.

“Alriq dikenal sebagai siswa yang rajin dan disiplin, baik di kelas maupun di luar sekolah. Meskipun sering harus membagi waktu untuk latihan, dia tetap bisa menjaga kegiatan akademiknya. Ini patut dijadikan teladan,” ujar Dody.

Menurutnya, keberhasilan Alriq tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa pendidikan karakter dan semangat juang bisa berjalan seiring dengan pengembangan bakat non-akademik.

Di balik kesuksesan Alriq, ada sosok penting yang terus mendampingi — Ricky, ayah sekaligus pelatih pribadinya. Ricky mengaku sangat bangga atas pencapaian putranya yang masih berusia belasan tahun itu.

“Alriq sudah saya ajak ikut ke sirkuit sejak kecil. Awalnya hanya menonton, lalu belajar menunggang motor kecil. Dari situ saya tahu dia punya nyali dan refleks yang bagus,” kata Ricky.

Sebagai pelatih, ia menekankan pentingnya keselamatan dan mental yang kuat dalam setiap latihan.

“Saya selalu bilang ke Alriq, menang itu penting, tapi yang utama adalah tetap fokus, aman, dan sportif. Hasil juara 3 ini sudah sangat luar biasa mengingat lawan-lawan yang dihadapi sebagian sudah lebih berpengalaman.”

Ricky juga menambahkan bahwa ia berharap prestasi ini dapat membuka jalan bagi Alriq untuk berkarier lebih jauh di dunia motocross profesional, sekaligus menjadi inspirasi bagi anak-anak lain di Banjarnegara untuk berani mengejar impian mereka.

Dengan capaian ini, Alriq berencana untuk terus berlatih dan mengikuti kejuaraan berikutnya di tingkat nasional.

“Target saya selanjutnya bisa naik podium lebih tinggi di seri nasional nanti. Saya akan berlatih lebih keras lagi,” ujarnya dengan semangat.

Prestasi Alriq menjadi bukti nyata bahwa tekad, kerja keras, dan dukungan keluarga serta sekolah dapat melahirkan hasil gemilang. MTs Negeri 1 Banjarnegara pun semakin dikenal bukan hanya karena keunggulan akademiknya, tetapi juga karena keberhasilan siswanya di bidang olahraga ekstrem yang menuntut ketangguhan fisik dan mental. (Lin/La)

Skip to content