Banjarnegara – Kegiatan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan merupakan kegiatan pembelajaran yang sangat diharapkan dan dianjurkan oleh pemerintah.
Dalam Kurikulum Merdeka di fokuskan pada konsep “Deep Learning” yang merujuk pada pendekatan yang berfokus pada pemahaman mendalam dan bermakna, maka peserta didik tidak hanya menghafal informasi tapi juga mendorong peserta didik untuk berfikir kritis, terlibat aktif dalam pembelajaran, dan mengaitkan konsep dengan kehidupan nyata , konsep inilahyang dianjurkan pada setiap proses pembelajaran.
Konsep “Deep Learning” di laksanakan oleh Atun Farida guru kelas 1 MI Islamiyah 01 Rakit pada setiap kegiatan pembelajarannya, karena menurut dia konsep ini benar-benar mengena dan membuat tercapainya tujuan pembelajaran.
“Menurut saya konsep Deep Learning memang sebuah konsep yang sangat sesuai digunakan dalam KBM, karena siswa tidak hanya mengalami langsung tapi mereka juga di ajak untuk berfikir logis dan kritis, dengan menggunakan media agar konsep Deep Learning akan tercapai” pungkasnya,
Kegiatan pembelajaran dengan pendekatan “Deep Learning” dilaksanakan juga oleh Atun Farida pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 belajar materi mengenal huruf dan membaca pada hari Selasa ( 29/08) dengan menggunakan media sedot huruf.
Kelas 1 merupakan kelas penentu akan berhasil atau tidak seorang siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran pada kelas berikutnya, karena mulai dari kelas 1 inilah peserta didik mulai belajar membaca, menulis, dan berhitung.
Jika di kelas 1 peserta didik bisa membaca maka di kelas selanjutnya dia tidak akan mengalami kesulitan dalam memahami dan mengikuti proses pembelajaran di kelasnya.
Oleh karena itu, Atun Farida selaku guru kelas 1 MI Islamiyah 01 Rakit dalam setiap kegiatan pembelajaran selalu menggunakan media sebagai alat agar anak bisa lebih cepat memahami, dan juga lebih semangat dalam melaksanakan pembelajaran.
“ Dengan menggunakan media yang saya namakan “Media Sedot Huruf” peserta didik menjadi cepat bisa membaca dan semangat mengikuti kegiatan pembelajaran” ujarnya.
Hal ini juga dikuatkan oleh pendapat salah satu siswa yang bernama Hamizan Majdi Afra dia mengatakan bahwa dengan media sedot huruf dia senang dan semangat mengikuti pelajaran.
“ Aku senang sekali belajar memilih huruf dengan menyedotnya lalu di susun menjadi nama hewan yang aku suka” katanya.
Inti dari pembelajarn yang diharapkan dalam kurikulum Merdeka adalah konsep Deep Learning, semoga semua guru Madrasah akan tergerak hati dan semangatnya untuk selalu membuat dan menggunakan media sederhana dengan tujuan mensukseskan program pemerintah. (af )







