Banjarnegara – Suasana pembelajaran di MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) pada Kamis (9/10) terasa berbeda dari biasanya. murid kelas 5A yang berjenis kelamin laki-laki semua sebanyak 23 anak tampak bersemangat mengikuti kegiatan belajar di luar kelas bersama wali kelasnya, Wahyu Budiarti. Kali ini, mereka memanfaatkan lingkungan sekitar madrasah sebagai sumber belajar tentang ekosistem buatan.
Kegiatan belajar dilakukan di halaman madrasah, kebun madrasah, hingga area kolam kecil di sisi belakang. Sambil membawa buku catatan dan lembar observasi, para siswa mengamati berbagai contoh ekosistem buatan seperti kolam ikan, kebun bunga, pot tanaman, dan selokan air yang terpelihara dengan baik.
“Melalui pembelajaran berbasis lingkungan ini, anak-anak belajar langsung mengenali ekosistem buatan yang ada di sekitar mereka. Mereka jadi tahu bahwa kolam, kebun, dan pot bunga termasuk ekosistem buatan karena diciptakan dan dirawat oleh manusia,” jelas Wahyu, wali kelas 5A.
Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk mengamati dan mencatat komponen biotik dan abiotik yang mereka temui. Setelah itu, mereka mendiskusikan hasil pengamatan dan mempresentasikannya di kelas. “Senang sekali, ternyata kebun sekolah juga termasuk ekosistem buatan. Kami jadi tahu kalau manusia punya peran penting menjaga keseimbangan lingkungan,” tutur Rifky, salah satu siswa dengan antusias.
Kepala Madrasah Durotun Nafisah mengapresiasi kegiatan belajar yang kreatif ini. “Metode belajar seperti ini sangat mendukung semangat Merdeka Belajar. Anak-anak tidak hanya memahami teori, tapi juga melihat bukti nyata di lingkungan madrasah,” ujarnya.
“ Manfaat belajar di alam terbuka sesuai perkembangan anak meliputi peningkatan kesehatan fisik, kognitif dan kreativitas, serta pengembangan sosial. Selain itu, anak juga dapat memperdalam koneksi dengan alam, dan mengembangkan keterampilan hidup yang berharga,” tambahnya.
Sementara itu, Kholis, salah satu orang tua siswa, turut memberikan tanggapan positif. “Anak saya pulang menceritakan, belajar di luar kelas itu asyik dan bikin dia ingin merawat tanaman di rumah. Saya senang karena anak-anak jadi lebih peduli terhadap lingkungan,” ungkapnya bangga.
Sebagai penutup kegiatan, seluruh siswa dan guru berfoto bersama di kebun madrasah dan melaporkan secara tertulis hasil observasi yang mereka tulis di kertas. Suasana ceria dan penuh kebersamaan menandai berakhirnya kegiatan belajar yang bermakna dan menyenangkan tersebut.(nas)







