Banjarnegara (Humas) — Balai Nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Karangkobar, Kamis (22/1/2026), menjadi saksi kisah cinta lintas daerah yang sarat makna dan nilai ibadah. Seorang janda asal Kalimantan Selatan berinisial RN (36) bersama pemuda jejaka asal Pagerpelah, Karangkobar, TM (27), resmi mendaftarkan pernikahan mereka di (KUA) Karangkobar.
RN diketahui telah memiliki dua orang putra dari pernikahan sebelumnya. Kepada petugas KUA, pasangan calon pengantin ini menuturkan bahwa perkenalan mereka bermula dari media sosial Facebook sekitar satu tahun lalu, saat RN bekerja di Kota Solo. Komunikasi yang terjalin secara intens dan terbuka mendorong keduanya untuk bertemu secara langsung. Seiring berjalannya waktu, tumbuh rasa saling percaya dan kesungguhan untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Hingga akhirnya, TM melamar RN dengan niat membangun rumah tangga.
Kepala KUA Karangkobar, H. Amat Maskuri, memeriksa kelengkapan berkas pernikahan sekaligus memberikan nasihat kepada calon pengantin. Ia menegaskan bahwa pernikahan merupakan ikatan suci yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin. “Pernikahan adalah amanah besar. Di dalamnya ada tanggung jawab, komitmen, dan kesungguhan untuk saling menjaga. Rumah tangga akan kokoh jika dibangun dengan kejujuran, kesabaran, dan niat ibadah,” tuturnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan penasihatan pernikahan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Karangkobar, Duwi Rohmah. Dalam penyampaiannya, ia mengibaratkan rumah tangga seperti membangun sebuah rumah. “Membangun rumah tangga ibarat membangun rumah. Fondasinya adalah kesalingan, keseimbangan, dan keadilan. Di atas fondasi itu berdiri pilar-pilar yang kokoh, yaitu zawaj (berpasangan), mitsaqan ghalidzan (perjanjian yang kuat), mu‘asyarah bil ma‘ruf (memperlakukan pasangan dengan cara yang baik), musyawarah, serta taradhin atau saling meridai. Atapnya adalah kesabaran dan kasih sayang, agar ketika diterpa angin ujian, rumah tangga tetap berdiri kokoh,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kelak suami tidak hanya menyayangi istrinya, tetapi juga menghadirkan kasih sayang, perlindungan, dan tanggung jawab kepada anak-anak yang menjadi amanah bersama. Nilai ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.”
(QS. Ar-Rum: 21)
Selain itu, Duwi Rohmah juga menyinggung makna pernikahan sebagai mitsaqan ghalidzan sebagaimana disebutkan dalam QS. An-Nisa ayat 21, bahwa ikatan pernikahan adalah perjanjian yang kuat dan mulia di hadapan Allah SWT.
Di akhir sesi, Duwi Rohmah mendoakan agar prosesi akad nikah yang akan dilaksanakan esok hari berjalan lancar serta pasangan ini dianugerahi keluarga sakinah, maslahat, penuh keberkahan hingga jannah.
RN mengungkapkan rasa syukur atas pertemuan yang tidak terduga ini. “Kami memohon doa agar keluarga yang kami bangun menjadi tempat tumbuhnya cinta, tanggung jawab, dan kebaikan,” ujarnya. Sementara TM berharap pernikahan yang akan dijalani menjadi jalan ibadah dan keberkahan bagi seluruh anggota keluarga.
(dr/azd)
