Beri Apresiasi, Wakil Bupati Banjarnegara Kunjungi Stand Bazar Madtsansa pada Festival Literasi 2025

Banjarnegara (Humas) – Suasana hangat dan penuh semangat tampak menyelimuti area pameran Festival Literasi Kabupaten Banjarnegara Tahun 2025 yang mulai digelar oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Daerah Kabupaten Banjarnegara pada Selasa (21/10). Salah satu momen istimewa terjadi ketika Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, menyempatkan diri mengunjungi stand bazar literasi milik MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) sesaat setelah upacara pembukaan.

Kunjungan tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap kiprah MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam dunia literasi, yang selama ini dikenal sebagai salah satu madrasah paling aktif dan produktif dalam kegiatan kepenulisan dan publikasi karya siswa.

Dengan penuh antusias, Wakhid Jumali meninjau koleksi karya yang dipamerkan di stand Madtsansa. Di sana, berbagai hasil kreativitas siswa ditampilkan dengan menarik – mulai dari buku fiksi dan non-fiksi karya siswa, hasil riset ilmiah remaja, antologi puisi dan cerpen, hingga karya digital dan multimedia dari kelas unggulan Sastra Seni, Tahfiz, dan Riset.

“Saya sangat mengapresiasi semangat literasi yang luar biasa dari MTs Negeri 1 Banjarnegara. Karya-karya siswa yang dipamerkan ini membuktikan bahwa budaya membaca dan menulis sudah benar-benar tumbuh di kalangan pelajar madrasah,” ungkap Wakhid Jumali usai berinteraksi dengan para guru dan siswa di stand Madtsansa.

Dalam kesempatan tersebut, Wakhid Jumali juga menanyakan apakah koleksi karya siswa Madtsansa telah disimpan dan didokumentasikan di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Banjarnegara.

“Apakah karya-karya seperti ini sudah tersimpan di Disarpus? Kalau belum, harus segera diarsipkan. Ini adalah kekayaan literasi Banjarnegara yang patut dijaga dan dilestarikan,” ujarnya.

Selain itu, ia turut memberikan apresiasi atas prestasi membanggakan yang pernah diraih MTs Negeri 1 Banjarnegara, yakni rekor MURI sebagai kontributor terbanyak dalam penulisan buku fiksi dan non-fiksi tahun 2022**.

“Saya lihat ada sertifikat MURI, sebuah pencapaian luar biasa itu, dan saya harap semangatnya terus dijaga. Pertahankan dan tingkatkan! Madtsansa sudah memberi teladan nyata bahwa literasi bisa menjadi budaya unggulan sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, mengungkapkan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas perhatian yang diberikan oleh Wakil Bupati.

“Kunjungan Bapak Wakil Bupati menjadi kebanggaan sekaligus penyemangat bagi kami. Selama ini Madtsansa memang terus berkomitmen menumbuhkan budaya literasi di seluruh warga madrasah, baik guru maupun siswa. Setiap karya yang dihasilkan adalah bukti nyata dari proses pembelajaran berbasis literasi yang kami jalankan,” tutur H. Yatiman.

Beliau juga menambahkan bahwa keikutsertaan Madtsansa dalam Festival Literasi 2025 merupakan bagian dari upaya memperkenalkan hasil karya dan program unggulan madrasah kepada masyarakat luas.

“Kami ingin menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu bersaing dalam bidang literasi, riset, dan seni. Semoga ke depan sinergi antara madrasah dan pemerintah daerah semakin kuat,” imbuhnya.

Ketua panitia bazar literasi Madtsansa, Linara, yang juga merupakan guru pembimbing kelas unggulan Sastra Seni, menyampaikan bahwa pihaknya mempersiapkan pameran tersebut dengan melibatkan seluruh unsur madrasah.

“Kami menampilkan karya dari tiga kelas unggulan, yaitu Riset, Tahfiz, dan Sastra Seni. Masing-masing memiliki ciri khas tersendiri. Selain buku, kami juga menampilkan karya visual, poster literasi, hingga dokumentasi kegiatan siswa,” jelas Linara.

Ia menuturkan bahwa perhatian dari Wakil Bupati menjadi bentuk dukungan moral yang sangat berarti bagi para siswa.

“Anak-anak merasa bangga karena hasil kerja keras mereka mendapat pengakuan dari pimpinan daerah. Ini menjadi motivasi besar untuk terus berkarya,” tambahnya.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Banjarnegara, Arief Rahman, yang turut mendampingi Wakhid Jumali dalam kunjungan tersebut, mengungkapkan bahwa pihaknya siap menampung dan mendokumentasikan karya-karya siswa dari berbagai sekolah dan madrasah.

“Karya literasi siswa adalah bagian penting dari perjalanan intelektual generasi muda Banjarnegara. Kami sangat mendukung jika karya-karya dari Madtsansa dan sekolah lain diserahkan untuk diarsipkan secara resmi. Dengan begitu, kontribusi mereka akan tercatat dalam sejarah literasi daerah,” ungkap Arief Rahman.

Festival Literasi Banjarnegara 2025 sendiri berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis (21–23/10), dan diikuti oleh puluhan sekolah, madrasah, serta komunitas literasi dari seluruh wilayah Banjarnegara. Kehadiran MTs Negeri 1 Banjarnegara dengan berbagai karya inovatifnya sekali lagi menegaskan posisinya sebagai salah satu madrasah pelopor gerakan literasi di tingkat kabupaten.

Dengan dukungan dan apresiasi dari pemerintah daerah, semangat literasi di lingkungan Madtsansa diharapkan terus tumbuh subur, menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk menulis, membaca, dan berkarya demi Banjarnegara yang semakin cerdas dan berbudaya. (Fy/La)

Skip to content