Berikan Penampilan Terbaik, Madtsansa Turut Sukseskan Launching Madrasah Digital Kemenag Banjarnegara

Banjarnegara (Humas) – MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) kembali menunjukkan eksistensinya sebagai madrasah berprestasi dengan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Launching Digitalisasi Madrasah yang digelar oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara pada Rabu (17/9) di Ballroom Surya Yudha Park. Acara yang mengusung tema “Pentingnya Pembelajaran Digital dalam Deep Learning Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta” ini diikuti oleh 289 peserta dari berbagai madrasah se-Kabupaten Banjarnegara.

Sejak pagi, tim tari Madtsansa telah mempersiapkan penampilan mereka. Menampilkan 2 persembahan tari karya guru MTs Negeri 1 Banjarnegara Haki Wanudya Taranggama, 8 siswi Madtsansa mementaskan Tari Lelakon Sang Gimbal dan Tari Serayu Merayu. Kedua karya tersebut telah berhasil meraih penghargaan di ajang FLS3N Kabupaten Banjarnegara dan Kompetisi tingkat nasional Nyalanesia. Koreografi yang ditampilkan membuka suasana acara dengan penuh semangat. Penampilan pembuka ini menjadi salah satu daya tarik dan mengundang tepuk tangan meriah para hadirin.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, yang hadir mendampingi rombongan guru dan siswa, mengaku bangga dengan keterlibatan Madtsansa dalam acara penting ini.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni peluncuran program digitalisasi madrasah, tetapi juga momentum bagi kita untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Madtsansa berkomitmen terus mendukung program Kemenag dengan menghadirkan penampilan terbaik siswa-siswi kami sekaligus menerapkan pembelajaran berbasis digital di madrasah,” tutur H. Yatiman.

Acara diawali dengan pembukaan dan penampilan rebana serta tari yang disajikan secara apik oleh para siswa. Selanjutnya, Hj. Umi Mahmudah dari MTsN 1 Banjarnegara membacakan tilawah Al-Qur’an yang menggetarkan hati seluruh peserta. Suaranya yang merdu membuat suasana menjadi khidmat dan menambah kekhusyukan awal acara.

“Membaca ayat-ayat suci di hadapan ratusan peserta tentu menjadi pengalaman yang luar biasa. Saya berharap lantunan tilawah ini bisa menjadi doa agar program digitalisasi madrasah membawa keberkahan bagi dunia pendidikan,” ungkap Hj. Umi Mahmudah usai acara.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari berbagai pihak, termasuk Kepala Kantor Kemenag Banjarnegara Dr. H. Karsono yang secara resmi melaunching Program Digitalisasi Madrasah. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya inovasi digital untuk memudahkan pelayanan pendidikan dan meningkatkan mutu pembelajaran.

“Program digitalisasi sangat bermanfaat untuk memudahkan pelayanan di dunia pendidikan. Harapan saya, kita selaku pengelola madrasah mampu menampilkan cara bekerja yang penuh integritas, profesionalitas, dan tanggung jawab. Digitalisasi bukan hanya soal perangkat teknologi, tetapi juga bagaimana kita menggunakannya untuk membentuk karakter peserta didik yang cerdas dan berakhlak mulia,” tegas H. Karsono.

Setelah launching, kegiatan dilanjutkan dengan seminar bertema pembelajaran digital dan implementasi kurikulum berbasis cinta. Hj. Yuniyati, guru sekaligus wakil kepala urusan kurikulum MTsN 1 Banjarnegara, dipercaya menjadi moderator seminar. Dengan pembawaan yang komunikatif, ia mampu menjaga alur diskusi tetap hidup dan menarik.

“Saya merasa terhormat dapat menjadi moderator dalam seminar ini. Diskusi yang dihadirkan sangat membuka wawasan para pendidik tentang pentingnya transformasi digital. Harapannya, guru-guru bisa segera mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran sehingga siswa semakin kreatif dan termotivasi,” ujar Hj. Yuniyati.

Selain itu, momen yang paling memikat perhatian peserta adalah penampilan tari dari siswa-siswi Madtsansa. Salah satunya adalah Jelita Griselda, siswi kelas 9D yang turut menari dalam pembukaan. Jelita mengaku senang bisa tampil di acara sebesar ini.

“Rasanya bangga sekali bisa mewakili sekolah untuk tampil di depan pejabat Kemenag dan ratusan peserta. Kami sudah berlatih berhari-hari agar bisa memberikan yang terbaik. Semoga penampilan kami menghibur sekaligus memotivasi siswa lain untuk ikut berkarya,” ungkap Jelita dengan senyum semangat.

Partisipasi Madtsansa dalam acara ini menjadi bukti nyata dukungan madrasah terhadap program pemerintah di bidang pendidikan digital. Tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga memberikan kontribusi nyata melalui penampilan seni dan keterlibatan guru dalam seminar.

H. Yatiman menambahkan bahwa Madtsansa siap menjadi pionir madrasah digital di Banjarnegara.

“Kami telah menyiapkan perangkat TIK yang memadai dan melakukan pelatihan guru agar siap menghadapi era digital. Harapan kami, siswa Madtsansa semakin cakap digital dan berkarakter islami,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif antara peserta dan narasumber, kemudian diakhiri dengan doa bersama. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal percepatan transformasi digital di lingkungan madrasah sehingga mutu pendidikan semakin meningkat dan mampu mencetak generasi yang unggul, kreatif, dan berakhlak mulia. (Lin/La)

Skip to content