Banjarnegara – MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) terus menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan budaya literasi di lingkungan madrasah. Melalui Bidang Literasi, madrasah melaksanakan kegiatan pengecekan jenis dan kelayakan buku yang tersedia di perpustakaan MIFABARA sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan literasi bagi siswa.(27/1)
Kegiatan ini difokuskan pada pendataan dan pengelompokan buku, mulai dari buku pelajaran, buku bacaan fiksi dan nonfiksi, hingga buku cerita anak dan penunjang karakter. Dari hasil pengecekan tersebut, Tim Literasi mengusulkan adanya pembaharuan koleksi buku terbaru yang lebih relevan dengan usia siswa, menarik secara visual, serta sesuai dengan kebutuhan pembelajaran dan minat baca peserta didik saat ini.
Selain pengecekan buku, Tim Literasi MIFABARA juga melakukan inovasi dengan membuat kartu anggota perpustakaan bagi seluruh siswa. Kartu ini tidak hanya berfungsi sebagai identitas peminjam buku, tetapi juga sebagai alat pemantauan kunjungan dan aktivitas membaca siswa di perpustakaan. Dengan sistem ini, pihak madrasah dapat melihat siswa yang paling aktif berkunjung dan memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar.
“Perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, tetapi ruang belajar yang menyenangkan dan inspiratif bagi siswa. Karena itu, pembaruan koleksi dan sistem pengelolaan perlu terus dilakukan,” ujar Kepala Madrasah MIFABARA. Ia berharap langkah ini mampu meningkatkan minat baca sekaligus membangun karakter gemar literasi sejak dini.
Tim Literasi juga secara rutin memantau siswa yang paling sering berkunjung ke perpustakaan. Data tersebut nantinya akan digunakan sebagai bahan evaluasi serta dasar pemberian apresiasi kepada siswa yang aktif membaca. Upaya ini diharapkan dapat memotivasi siswa lain untuk lebih sering datang ke perpustakaan.
Salah satu guru yang tergabung dalam Tim Literasi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembiasaan literasi berkelanjutan di madrasah. “Kami ingin siswa merasa dekat dengan buku. Ketika perpustakaan tertata baik dan bukunya menarik, anak-anak akan datang dengan kesadaran sendiri,” tuturnya.
Melalui berbagai langkah tersebut, MIFABARA berharap perpustakaan dapat menjadi pusat literasi yang aktif, hidup, dan berdampak nyata dalam mendukung peningkatan kemampuan membaca serta wawasan siswa. (nas)
