Banjarnegara (Humas) – Ada yang berbeda dalam pelaksanaan rapat pleno Komite MTs Negeri 1 Banjarnegara pada Sabtu (30/8). Untuk pertama kalinya kalinya, dua siswa kelas VII unggulan sastra dan seni dipercaya menjadi master of ceremony (MC) dalam forum resmi tersebut. Mereka adalah Amira dan Barley, siswa kelas 7B yang tampil bilingual, memadukan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Keputusan menghadirkan MC dari kalangan siswa ini bukan tanpa alasan. Madrasah yang akrab disapa Madtsansa tersebut memang sedang gencar mengembangkan potensi siswa di bidang literasi, public speaking, dan kepemimpinan. Rapat pleno yang dihadiri ratusan wali murid dari kelas 7, 8, dan 9 menjadi ajang pembuktian sekaligus panggung kepercayaan diri bagi Amira dan Barley.
Koordinator seksi acara, Yuniyati, mengungkapkan rasa bangganya melihat penampilan dua siswanya yang begitu tenang di atas panggung.
“Mereka tampil luar biasa. Padahal, ini adalah pengalaman pertama mereka memandu acara besar di hadapan orang tua dan pejabat madrasah. Amira dan Barley mampu menjaga suasana tetap kondusif dengan bahasa yang runtut, intonasi jelas, bahkan diselingi perkenalan dalam bahasa Inggris yang membuat suasana semakin menarik,” ujarnya.
Menurut Yuniyati, keterlibatan siswa sebagai MC tidak hanya sekadar menambah semarak acara, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran nyata.
“Anak-anak belajar langsung bagaimana mengelola panggung, mengendalikan audiens, sekaligus mengasah keterampilan berbahasa. Saya yakin pengalaman ini akan menjadi bekal berharga bagi mereka di masa depan,” tambahnya.
Senada dengan itu, Novia Fajriati Alqomar, salah satu anggota tim pelatih, menyampaikan bahwa penampilan bilingual kedua siswa tersebut adalah hasil latihan intensif.
“Kami melatih mereka sejak jauh-jauh hari. Fokus kami bukan hanya pada hafalan teks, tetapi juga bagaimana mereka bisa tampil percaya diri, ekspresif, dan fleksibel. Bilingual ini kami pilih untuk melatih kepekaan mereka dalam berkomunikasi di forum formal sekaligus menunjukkan kualitas kelas unggulan sastra Madtsansa,” jelas Novia.
Sementara itu, Agustina Dewi Merdekawati, pelatih lainnya, menekankan pentingnya memberikan ruang bagi siswa untuk tampil.
“Madrasah ini sedang menyiapkan generasi yang tidak hanya pintar akademik, tapi juga memiliki soft skill mumpuni. Amira dan Barley menjadi contoh nyata bahwa dengan kesempatan dan bimbingan, anak-anak bisa melampaui ekspektasi. Saya terharu melihat keduanya mampu mengendalikan rasa gugup dan tampil profesional,” kata Agustina dengan senyum bangga.
Ditemui tim warta Madtsansa usai acara, Amira salah satu MC, mengaku awalnya sempat gugup.
“Jujur saya sangat nervous. Melihat banyak sekali orang tua yang hadir membuat saya deg-degan. Tapi setelah menyapa audiens pertama kali, saya mulai merasa lebih tenang. Saya senang sekali bisa belajar banyak hari ini,” ungkap Amira.
Berbeda dengan Amira, rekannya Barley justru merasa lebih tertantang.
“Bagi saya, ini kesempatan yang keren. Saya memang suka bicara di depan umum, dan ketika harus memakai bahasa Inggris di sela-sela acara, saya merasa itu membuat acara lebih berkelas. Semoga ke depan bisa dapat kesempatan lagi, mungkin di acara yang lebih besar,” tutur Barley penuh semangat.
Kehadiran MC dari siswa kelas unggulan sastra ini juga mendapat apresiasi positif dari para wali murid yang hadir. Banyak yang mengaku terkesan dengan keberanian dan kemampuan berbahasa Amira dan Barley. Hal ini semakin memperkuat citra Madtsansa sebagai madrasah yang inovatif dalam mengembangkan potensi siswa.
Di akhir acara, Yuniyati kembali menegaskan bahwa keberhasilan dua siswa tersebut bukanlah akhir, melainkan awal dari proses panjang pembinaan.
“Kami akan terus melibatkan siswa dalam berbagai event, agar mereka terbiasa berbicara di depan publik. Harapannya, semakin banyak siswa Madtsansa yang bisa tampil seperti Amira dan Barley, bahkan lebih baik lagi,” tegasnya.
Rapat pleno komite Madtsansa kali ini pun meninggalkan kesan mendalam, tidak hanya bagi para orang tua, tetapi juga bagi dua siswa yang telah mencatatkan pengalaman berharga. Melalui langkah kecil ini, Madtsansa membuktikan komitmennya untuk mencetak generasi unggul, bilingual, dan berdaya saing global. (Fy/La)







