BLK Provinsi Siapkan Pelatihan Tata Boga untuk Difabel Tunarungu di Bengkel Hati Sinergi Pemberdayaan, 16 Peserta Siap Ikuti Pelatihan Mulai 17 Juni

Banjarnegara (Humas) – Bengkel Hati menerima kunjungan dan koordinasi dari pegawai Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi dalam rangka persiapan pelatihan tata boga bagi penyandang disabilitas tunarungu kamis (21/5/26).  Kegiatan koordinasi ini menjadi langkah awal untuk memastikan pelatihan berjalan optimal dan tepat sasaran. 

Rencananya, pelatihan tata boga tersebut akan mulai dilaksanakan pada tanggal 17 Juni mendatang dengan jumlah peserta sebanyak 16 orang penyandang tunarungu. Program ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan, kemandirian, serta membuka peluang usaha dan kerja bagi para peserta.

Ketua Bengkel Hati, Hendriyanto, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian dari BLK Provinsi terhadap pemberdayaan difabel.

 “Kami sangat bersyukur dan menyambut baik kerja sama ini. Pelatihan tata boga menjadi kesempatan berharga bagi teman-teman tunarungu untuk mengembangkan kemampuan dan menambah rasa percaya diri agar lebih mandiri,” ujar Hendriyanto.

Sementara itu, Adjend Dinoek dari BLK Provinsi menyampaikan bahwa program pelatihan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan akses keterampilan yang inklusif bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

“Kami ingin pelatihan ini benar-benar memberi manfaat nyata. Teman-teman tunarungu memiliki potensi luar biasa yang perlu didukung melalui pelatihan yang tepat dan berkelanjutan,” ungkap Adjend Dinoek.

Hal senada juga disampaikan oleh Aris Sukmohadi dari BLK Provinsi. Ia berharap peserta dapat mengikuti pelatihan dengan semangat sehingga mampu menghasilkan keterampilan yang bisa digunakan untuk masa depan.

“Kami berharap peserta nantinya tidak hanya belajar memasak, tetapi juga memiliki bekal untuk berwirausaha dan meningkatkan kualitas hidup,” tutur Aris Sukmohadi.

Dengan adanya kolaborasi antara Bengkel Hati dan BLK Provinsi ini, diharapkan pelatihan tata boga menjadi awal lahirnya sumber daya manusia yang mandiri, terampil, dan berdaya saing, tanpa terkecuali bagi penyandang disabilitas.

Skip to content