Wujudkan Kemandirian Ekonomi dan Ketahanan Pangan, Penyuluh Agama Islam KUA Rakit Bersinergi dengan Mustahik Zakat Produktif Baznas Angkatan 1 

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Rakit mengadakan Rakor dan Silaturahmi bersama Mustahik Zakat Produktif Baznas Angkatan 1 pada Rabu (20/5/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebulan sekali  diikuti 6 peserta bertempat di Balai Nikah KUA Rakit. Kali ini Fatma mengusung tema “ Momentum Kebangkitan Nasional Wujudkan Kemandirian Ekonomi dan Ketahanan Pangan”. Tema tersebut dipilih untuk mengingatkan bahwa semangat kebangkitan harus diwujudkan dalam kemandirian ekonomi umat, khususnya melalui pengelolaan zakat produktif yang tepat sasaran. 

 Mustahik Baznas Angkatan 1 Bahas Ketahanan Pangan dan Infak Produktif Kuatkan Ekonomi Umat. Rakor dipimpin oleh Fatma Kurnianingsih selaku pendamping. Dalam arahannya, Fatma mengaitkan program pemberdayaan dengan firman Allah Swt dalam Surah At-Taubah ayat 36: 

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu pada bulan-bulan itu.” 

Ia menjelaskan bahwa bulan-bulan haram adalah momentum memperbanyak amal, termasuk memanfaatkan bantuan zakat untuk usaha yang halal dan produktif agar tidak menzalimi diri dengan kemiskinan berkepanjangan.

“Kemandirian ekonomi adalah bentuk ikhtiar menjaga kehormatan diri. Dengan usaha yang mandiri, mustahik bisa keluar dari lingkaran kemiskinan dan kelak menjadi muzakki,” tegas Fatma.

Rakor juga membahas perkembangan usaha masing-masing mustahik, kendala di lapangan, serta rencana pengembangan ke depan. Ketua Kelompok Mustahik, Widiyanto, merespon baik terkait infak yang telah dikumpulkan kelompok. Menurutnya, dana infak tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan mustahik baru agar semakin banyak keluarga yang merasakan manfaat program zakat produktif. Bantuan ini bukan untuk dinikmati sendiri.”Dengan infak yang terkumpul, kita bisa mengangkat saudara lain yang belum mendapat kesempatan. Ini bentuk gotong royong sesama mustahik,” ujar Widiyanto.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan komitmen para peserta untuk menjaga amanah, mengembangkan usaha, serta memperkuat ketahanan pangan keluarga. Diharapkan, semangat kebangkitan nasional menjadi pendorong bagi mustahik untuk bangkit secara ekonomi dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

(n/azd)

Skip to content