Banjarnegara (Humas) — Pernikahan bukan hanya tentang mempersiapkan hari akad, tetapi juga tentang kesiapan menjalani kehidupan bersama dalam jangka panjang. Karena itu, calon pengantin perlu memiliki bekal pengetahuan dan kesiapan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.
Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Karangkobar, Duwi Rohmah, saat menjadi fasilitator Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi pasangan calon pengantin di KUA Karangkobar, Rabu (30/9/2026).
Pasangan tersebut terdiri atas calon pengantin perempuan berusia 18 tahun dan calon suami berusia 27 tahun. Dalam proses pendampingan tersebut, KUA memberikan pembinaan dan edukasi sebagai bekal bagi pasangan untuk memahami kesiapan membangun rumah tangga.
Sebagai fasilitator Bimwin, Duwi mengajak calon pengantin tidak hanya memikirkan kesiapan melangsungkan akad, tetapi juga kehidupan setelah pernikahan. Menurutnya, Bimwin menjadi ruang bagi calon pengantin untuk belajar, berdiskusi, dan memahami berbagai aspek kehidupan berumah tangga.
“Pernikahan bukan hanya tentang siap mengucapkan akad, tetapi siap menjalani kehidupan setelah akad. Ada tanggung jawab, ada perbedaan yang harus disikapi dengan bijak, dan ada keluarga yang harus dibangun bersama,” tutur Duwi.
Ia juga mengajak pasangan calon pengantin memikirkan masa depan keluarga dan generasi yang akan dibangun. Dalam penyampaiannya, Duwi mengutip firman Allah SWT dalam QS. An-Nisa ayat 9:
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap kesejahteraannya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.”
Menurut Duwi, ayat tersebut menjadi pengingat agar pasangan tidak hanya memikirkan kondisi hari ini, tetapi juga mempersiapkan keluarga dan generasi yang kelak menjadi amanah.
“Sebelum melangkah ke pernikahan, mari kita pikirkan bukan hanya bagaimana menjalani kehidupan sebagai suami dan istri, tetapi juga keluarga seperti apa yang ingin kita bangun dan generasi seperti apa yang ingin kita lahirkan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kesiapan pernikahan mencakup banyak hal, mulai dari kesiapan agama, mental, komunikasi, kesehatan, ekonomi, hingga kemampuan menjalankan tanggung jawab sebagai pasangan.
Duwi juga mengajak calon pengantin memanfaatkan masa sebelum pernikahan untuk belajar dan bertumbuh.
“Menunggu bukan berarti menggagalkan harapan. Justru bisa menjadi kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan diri agar ketika waktunya tiba, benar-benar lebih siap,” katanya.
Melalui Bimwin, Penyuluh Agama Islam KUA Karangkobar berupaya menghadirkan pembekalan yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan akad, tetapi juga pada kesiapan menjalani kehidupan setelah akad.
Sebab, akad berlangsung sesaat, tetapi amanah pernikahan dijalani sepanjang kehidupan. Maka, sebelum melangkah, siapkan bekalnya.
(dr/azd)
