Bukan Sekadar Nonton Film, MI MIMUB Terapkan Pembelajaran Lintas Mata Pelajaran di Bioskop

Banjarneara – Pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Dengan memadukan pengalaman nyata, teknologi, dan nilai-nilai keagamaan, siswa dapat memperoleh pengetahuan yang lebih bermakna. Semangat inilah yang diwujudkan MI Miftahul Mubtadi’in (MI MIMUB) melalui kegiatan pembelajaran terintegrasi dalam program kokurikuler pada Selasa (13/10/2026).

Sebanyak 85 siswa Fase B, yang terdiri atas siswa kelas III dan IV, mengikuti kegiatan menonton bersama film Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu di Bioskop NSC Purbalingga. Kegiatan ini didampingi oleh lima guru dan dilaksanakan dengan menggunakan kendaraan mikro sebagai sarana transportasi.

Sebelum berangkat, seluruh siswa mengikuti pembiasaan salat duha di madrasah. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting untuk menanamkan pembiasaan ibadah sekaligus mempersiapkan siswa agar mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh tanggung jawab.

Setelah tiba di Bioskop NSC Purbalingga, para siswa menikmati tayangan film mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Menonton film bukan sekadar hiburan, melainkan menjadi media pembelajaran yang mengintegrasikan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), serta Fikih.

Dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, siswa diarahkan untuk mengamati unsur intrinsik cerita, seperti tema, tokoh, penokohan, alur, latar, dan amanat. Melalui film yang ditonton, siswa diharapkan mampu memahami bagaimana sebuah cerita dibangun serta mengidentifikasi pesan moral yang terkandung di dalamnya.

Sementara itu, pembelajaran IPAS diintegrasikan melalui pengenalan peta dan pemanfaatan teknologi digital. Siswa menggunakan Google Maps untuk mengenali lokasi tujuan, memahami arah perjalanan, serta mengamati rute dari madrasah menuju tempat kegiatan. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata bahwa peta digital dapat membantu manusia menemukan lokasi dan merencanakan perjalanan dengan lebih mudah.

Adapun muatan Fikih diterapkan melalui pembiasaan ibadah dan praktik langsung dalam kehidupan sehari-hari. Setelah kegiatan menonton selesai, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Masjid Agung Purbalingga untuk melaksanakan salat Zuhur berjemaah. Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga belajar menerapkan nilai-nilai keagamaan ketika berada di luar lingkungan madrasah.

Rini Susanti, selaku koordinator kegiatan kelas IV, menyampaikan bahwa pembelajaran di luar kelas menjadi kesempatan bagi siswa untuk memperoleh pengalaman yang lebih luas.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak tidak hanya belajar dari buku dan penjelasan guru di dalam kelas, tetapi juga mampu mengambil pelajaran dari setiap pengalaman yang mereka temui. Film mengajarkan kita memahami cerita dan pesan kehidupan, perjalanan melatih kemandirian, sedangkan kegiatan ibadah mengingatkan kita untuk selalu menjaga hubungan dengan Allah Swt.,” ungkap Rini.

Antusiasme siswa juga terlihat sejak kegiatan ini pertama kali diumumkan. Yafiq, siswa kelas III B, mengaku sangat bersemangat menantikan kegiatan tersebut.

“Sejak diberi tahu akan menonton film bersama, saya selalu menunggu hari keberangkatan. Saya senang bisa menonton bersama teman-teman, bepergian naik kendaraan bersama guru, dan belajar di tempat yang berbeda. Rasanya menyenangkan karena bisa belajar sambil mendapatkan pengalaman baru,” tutur Yafiq dengan penuh semangat.

Nurhayati, selaku koordinator kelas III, menegaskan bahwa pengalaman belajar yang berkesan dapat membantu siswa memahami pelajaran sekaligus membentuk karakter positif.

“Pendidikan bukan hanya tentang seberapa banyak pengetahuan yang dihafalkan anak, tetapi juga tentang bagaimana mereka memahami makna, membangun sikap, dan menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan. Ketika anak belajar melalui pengalaman nyata, mereka memiliki kesempatan untuk melihat, merasakan, dan mempraktikkan apa yang telah dipelajari,” jelas Nurhayati.

Melalui program kokurikuler ini, MI MIMUB berupaya menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, menyenangkan, dan bermakna. Integrasi Bahasa Indonesia, IPAS, dan Fikih menjadi salah satu langkah untuk mendukung pembelajaran mendalam yang menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman sehari-hari.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, kemandirian, kedisiplinan, kepedulian, serta kecintaan siswa terhadap ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman. Dengan semangat Mandiri, Qur’ani, dan Berprestasi, MI MIMUB terus berupaya menghadirkan pengalaman pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan pikiran, tetapi juga membentuk akhlak dan karakter generasi masa depan. Rs