Banjarnegara (Humas) – Ahmadi Suseno 56 Tahun bukanlah pejabat atau staf administrasi tinggi, melainkan seorang Pramubakti (tenaga kebersihan) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara. Selama 16 tahun, ia setia melakoni rutinitas. (27/4/2026)
Datang paling awal untuk membuka pintu kantor dan Memastikan kebersihan ruang pelayanan dan halaman.serta Menyiapkan kenyamanan bagi masyarakat yang ingin mengurus administrasi pernikahan maupun keagamaan.
Ahmadi Suseno mendedikasikan dirinya selama 16 tahun sebagai tenaga kebersihan (Pramubakti) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara. Selama belasan tahun, ia bertanggung jawab menjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanan lingkungan kantor KUA agar masyarakat yang datang merasa nyaman. Meski statusnya sebagai tenaga honorer dengan penghasilan yang terbatas, ia dikenal memiliki disiplin tinggi dan tidak pernah mengeluh dalam menjalankan tugasnya.
Setelah sekian lama menanti kepastian status kepegawaian, titik balik hidupnya terjadi saat pemerintah membuka seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ia resmi dilantik dan menerima SK (Surat Keputusan) pengangkatan, yang mengubah statusnya dari tenaga honorer menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) PPPK pada Bulan Oktober 2025. Momen penerimaan SK tersebut menjadi sangat mengharukan bagi Ahmadi. Ia mengungkapkan rasa syukur yang mendalam karena pengabdian belasan tahunnya diakui oleh negara.
Kisah Ahmadi Suseno membawa pesan moral bagi banyak orang, terutama rekan-rekan seperjuangannya yang masih berstatus honorer: Meskipun “hanya” bertugas sebagai tenaga kebersihan, Ahmadi melakukannya dengan sepenuh hati. Hal ini membuktikan bahwa setiap pekerjaan mulia jika dilakukan dengan ikhlas.Kesabaran selama 16 tahun bukanlah waktu yang singkat. Fokus pada tugas dan tetap konsisten adalah kunci keberhasilannya.
Kisah Ahmadi Suseno adalah pengingat bahwa dedikasi yang tulus, sekecil apa pun perannya, akan menemukan jalan menuju apresiasi yang layak. Beliau adalah simbol ketekunan bagi para pejuang honorer di Indonesia
Kisah Ahmadi Suseno menjadi pembicaraan karena beberapa alasan yang menyentuh hati: Di zaman yang serba instan, kesetiaan selama 16 tahun pada satu instansi dengan jabatan yang sering dianggap “rendah” adalah hal yang langka.Rekan kerja dan atasannya di KUA Bawang mengenal beliau sebagai sosok yang ringan tangan.Keberhasilannya menjadi ASN PPPK memberikan harapan bagi jutaan tenaga honorer lainnya di Indonesia bahwa pengabdian mereka tidak akan sia-sia jika dilakukan dengan jujur.
“Pekerjaan paling berat bukan saat kita mengangkat beban, tapi saat kita harus menjaga keikhlasan dalam penantian yang panjang.” Tuturnya.
Kisah Ahmadi mengajarkan kita bahwa integritas tidak diukur dari jabatan, melainkan dari seberapa besar tanggung jawab yang kita berikan pada tugas yang diamanahkan kepada kita. Kisah ini menjadi penyemangat bahwa peluang untuk memperbaiki nasib selalu terbuka bagi mereka yang mau berusaha dan bertahan dalam dedikasi.
(Arh/azd)







