Banjarnegara – Suasana pagi di MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) pada Jum’at (24/10) tampak begitu khusyuk dan menentramkan. Udara sejuk dan cahaya matahari yang lembut menjadi saksi rutin kegiatan pembiasaan Jum’at pagi yang selalu dilaksanakan oleh keluarga besar madrasah. Kegiatan diawali dengan doa bersama di halaman utama madrasah yang dipimpin oleh Ustadzah Nihri. Seluruh siswa berdiri rapi, mengangkat tangan dengan penuh penghayatan, memohon keberkahan dan kelancaran kegiatan belajar sepanjang hari.
Usai doa bersama, kegiatan berlanjut dengan dua kegiatan utama yang dilakukan secara bersamaan. Sebagian guru berkumpul di ruang kajian untuk membaca Surah Al Kahfi, sebagaimana tradisi sunnah yang selalu dijaga setiap hari Jum’at. Suara lantunan ayat-ayat suci terdengar merdu dan menyejukkan hati, menghadirkan suasana religius yang khas di lingkungan madrasah.
Sementara itu, guru-guru lainnya mendampingi seluruh siswa di halaman untuk melaksanakan shalat dhuha berjamaah. Dalam pelaksanaan kali ini, Ustadz Umar bertindak sebagai imam dan Ustadz Lukman sebagai bilal. Dengan tertib dan penuh kekhusyukan, para siswa mengikuti setiap gerakan shalat. Setelah shalat dhuha, suasana kian khidmat saat tahlil bersama dipimpin oleh Ustadz Lukman. Dzikir dan doa-doa yang dilantunkan bersama menggema lembut, menumbuhkan ketenangan dan memperkuat ikatan spiritual seluruh peserta.
Sebagai penutup, seluruh siswa dan guru bersama-sama melantunkan Sholawat Burdah karya Imam Al-Bushairi. Irama sholawat yang lembut dan penuh makna mengalun indah di halaman madrasah, menciptakan suasana yang syahdu dan penuh rasa cinta kepada Rasulullah ﷺ.
Kepala Madrasah, Durotun Nafisah, menegaskan bahwa kegiatan pembiasaan Jum’at pagi menjadi sarana penting dalam membentuk karakter spiritual peserta didik.
“Pembiasaan seperti ini adalah bagian dari pendidikan akhlak. Kami ingin anak-anak terbiasa dengan doa, dzikir, dan sholawat agar hati mereka dekat dengan Allah,” jelasnya.
Sementara itu, kepala TU, menambahkan, “Kegiatan ini bukan hanya rutinitas, tapi juga wadah membangun kebersamaan dan membiasakan ibadah dengan penuh keikhlasan.”tambahnya.
Dengan kekompakan seluruh warga madrasah, pembiasaan Jum’at pagi di MIFABARA terus menjadi tradisi penuh makna yang menumbuhkan semangat religius, kedisiplinan, dan kecintaan pada nilai-nilai Islam.(nas)







