Banjarnegara – Semangat Hari Santri Nasional (HSN) 2025 benar-benar terasa di MI Miftahul Mubtadi’in (MIMUB). Dalam ajang lomba pidato yang digelar pada Rabu, 22/10/2025, dua siswa kelas 3B berhasil mengharumkan nama kelasnya dengan meraih dua piala sekaligus. Mereka adalah Affan sebagai juara 1 dan Humaira sebagai juara 2, yang masing-masing tampil membawakan pidato bertema berbeda namun sama-sama memukau para juri.
Humaira tampil percaya diri dengan pidato bertema Hari Santri, membawakan isi yang sarat makna tentang perjuangan para santri dalam menjaga keutuhan bangsa dan meneladani semangat perjuangan ulama. Sementara itu, Affan tampil dengan tema Kebersihan, mengajak para pendengar untuk menjaga kebersihan lingkungan madrasah sebagai bagian dari iman dan tanggung jawab setiap murid. Kedua siswa ini dinilai mampu menyampaikan pesan dengan penguasaan materi yang baik dan penampilan yang penuh percaya diri.
Rini, wali kelas 3B, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas prestasi anak didiknya. “Persiapan kami sebenarnya sangat terbatas, tapi hasilnya luar biasa. Kelas kami bisa menyabet dua piala sekaligus di lomba pidato tahun ini. Ini membuktikan bahwa semangat dan kerja keras tidak akan mengkhianati hasil,” ujarnya dengan penuh haru.
Pidato kali ini menjadi wadah belajar menggali potensi siswa dari kelas satu sampai dengan kelas enam. Istikharoh sebagai ketua panitia menyampaikan “Kali ini peserta kelas satu sampai tiga masih diijinkan menggunakan teks, karena memang persiapan sangat terbatas, yang penting siswa belajar melatih keberanian dan rasa percaya diri” ujarnya.
Sementara itu, ibunda Affan juga menyampaikan rasa syukur dan bahagianya. “Saya benar-benar tidak menyangka Affan bisa juara, karena beberapa hari sebelumnya dia baru saja sembuh dari sakit. Tapi ternyata semangatnya begitu besar untuk tampil,” ungkapnya dengan mata berbinar.
Di sisi lain, Humaira pun turut mengungkapkan rasa bangganya. “Alhamdulillah, bisa menambah prestasi kelas 3B dengan dua piala sekaligus. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi,” katanya sambil tersenyum.
Kemenangan Humaira dan Affan menjadi bukti nyata bahwa semangat Hari Santri bukan hanya untuk mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga menumbuhkan semangat berprestasi dan berakhlak mulia di kalangan generasi muda MI MIMUB. (rs)







