“Ekonomi Tertata Hati Tenang” Penyuluh Agama Islam KUA Rakit, Fuad Latif  Bekali KPM PKH Kelompok 1 Luwung

Banjarnegara (Humas) – Perekonomian keluarga yang tertata bukan hanya soal jumlah harta, tetapi tentang bagaimana harta dikelola agar membawa ketenangan, keberkahan, dan rasa cukup dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Rakit, Fuad Latif, dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan di PKH Kelompok 1 Desa Luwung di rumah Nisah yang didampingi oleh Mei pada Rabu (13/10/2026).

Kegiatan ini dilaksanan setiap sebulan sekali dan dihadiri 26 anggota. Fuad  mengusung tema “Membangun Perekonomian untuk Ketenangan”. Tema ini dipilih untuk membekali Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar mampu mengelola rezeki yang terbatas menjadi berkah dan menenangkan hati.

“Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 172, agar kita makan rezeki yang baik dan bersyukur kepada Allah. Rezeki yang baik adalah rezeki halal, dikelola dengan bijak, dan digunakan untuk kebaikan,” ujar Fuad.

Dalam kajiannya, Fuad menjelaskan tiga kunci membangun perekonomian yang menenangkan. Pertama, bekerja dengan niat ibadah dan kejujuran. “Rezeki yang dicari dengan jujur dan niat ibadah akan terasa ringan dan berkah. Allah menjamin setiap hamba yang mau berusaha dan bertawakal” jelasnya.

Kedua, mengelola keuangan dengan sederhana dan terencana. “Biasakan membedakan kebutuhan dan keinginan. Dahulukan kebutuhan pokok, sisihkan untuk tabungan, dan hindari utang konsumtif. Hidup sederhana bukan miskin, tetapi cerdas mengelola rezeki” terangnya.

Ketiga, perkuat syukur dan sedekah. “Hati yang pandai bersyukur akan merasa cukup. Rasulullah bersabda, harta tidak akan berkurang karena sedekah. Justru sedekah menjadi pembuka pintu rezeki dan ketenangan batin. Sedikit yang disyukuri dan dibagi akan terasa lebih lapang daripada banyak yang dikeluhkan” tegasnya.

Pendamping PKH Mei, mengapresiasi materi tersebut. Menurutnya, kajian ini memberikan semangat baru bagi KPM untuk bangkit secara ekonomi.

“Materi ini sangat membumi. KPM jadi termotivasi bahwa ketenangan bukan datang dari banyaknya uang, tetapi dari cara kita mengelola dan mensyukurinya,” tuturnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar KPM Kelompok 1 Desa Luwung diberikan kelancaran rezeki, keberkahan, dan ketenangan dalam keluarga.

(n/azd)