Fafa Kelas 2C, Dai Cilik Penuh Makna: Juara Kedua dengan Misi Menebar Manfaat di Bulan Ramadhan

Banjarnegara – Kebahagiaan sederhana namun penuh makna terpancar dari wajah Fadiilah, yang akrab disapa Fafa, siswi kelas 2C MI Al Fatah Parakancanggah Banjarnegara (MIFABARA). Ia berhasil meraih Juara Kedua dalam ajang Dai Cilik Ramadhan yang digelar di lingkungan madrasah. Namun bagi Fafa, kemenangan bukanlah tujuan utama.(27/2)

“Fafa senang bukan hanya karena juara, tapi kalau yang Fafa sampaikan bisa bermanfaat untuk teman-teman,” ucapnya polos namun tulus. Kalimat sederhana itu menggambarkan kedewasaan hati seorang anak kecil yang telah belajar makna dakwah sejak dini.

Memasuki Ramadhan ke-12, Fafa menyampaikan pesan dalam pidatonya dengan mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:

Audzubillahi minassyaithonirrojim bismillahirrohmanirrohim.

Yâ ayyuhalladzîna âmanû kutiba ‘alaikumush-shiyâmu kamâ kutiba ‘alalladzîna ming qablikum la’allakum tattaqûn.

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Dengan suara lantang dan penuh semangat, Fafa menyapa, “Sahabat MIFABARAAA…!” Suasana pun menjadi hidup. Ia mengingatkan bahwa di bulan Ramadhan, umat Islam menjalankan salah satu rukun Islam yaitu berpuasa dari awal hingga akhir bulan. Ia juga menjelaskan bahwa Ramadhan disebut syahrul barokah, bulan penuh keberkahan, di mana setiap kebaikan sekecil apa pun akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.

“Fafa berpesan, mari kita perbanyak berbuat kebaikan, membaca Al-Qur’an, sholat tarawih, dan bersedekah. Semoga kita semua diberi kekuatan menjalankan puasa dan dosa-dosa kita dihapuskan oleh Allah SWT. Aamiin ya rabbal ‘alamin,” tuturnya menutup pidato.

Wali kelas 2C mengungkapkan kebanggaannya. “Walaupun masih kecil, Fafa memiliki semangat belajar dakwah yang luar biasa. Ia tidak hanya tampil saat lomba, tetapi juga sering berbagi pesan kebaikan di kelas maupun saat bermain,” ujarnya.

Kepala madrasah menambahkan, “Inilah tujuan pendidikan karakter di MIFABARA. Kami ingin anak-anak tidak hanya pandai berbicara, tetapi memahami dan mengamalkan apa yang disampaikan.”

Fafa membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk berdakwah. Dari madrasah hingga lingkungan bermainnya, ia terus belajar menebar kebaikan, karena baginya, kebahagiaan sejati adalah ketika pesan Ramadhan mampu menyentuh hati siapa pun yang mendengarnya.(nas)