Banjarnegara (Humas) – Suasana Selasa pagi (3/3/2026) di Desa Gumingsir terasa sedikit berbeda. Di salah satu ruang kelas Darul Athfal (DA) Cokroaminoto, tawa ringan dan obrolan hangat pecah di antara 21 ibu-ibu wali siswa. Rupanya, mereka sedang berkumpul bukan untuk arisan, melainkan untuk menjemput ilmu dalam acara bimbingan penyuluhan amaliyah di bulan suci Ramadan di Majelis Taklim (MT) Nurul Hidayah Gumingsir.
Hadir sebagai narasumber, M. Syaiful Abidin, Penyuluh Agama Islam dari KUA Pagentan. Dengan gaya bahasa yang cair dan jauh dari kesan kaku, pria yang akrab disapa Pak Syaiful ini membawakan tema yang sangat dekat dengan hati ibu-ibu: “Ramadan dan Doa-Doa yang Mustajab”.
Syaiful menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tapi juga momentum “jalur langit” paling efektif. Dalam sesi tersebut, ia membagikan tips kapan saja waktu terbaik agar doa cepat “tembus” ke langit, mulai dari waktu sahur hingga detik-detik menjelang berbuka.
“Ramadan adalah bulan doa, bulan ketika seorang hamba paling dekat dengan Rabb-nya. Jangan lelah berdoa, jangan bosan berharap, karena Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan,” pesan Syaiful Abidin dengan penuh semangat di hadapan para jamaah MT Nurul Hidayah.
Para peserta tampak antusias, beberapa bahkan mencatat poin-poin penting tentang adab berdoa agar tidak sekadar menjadi rutinitas lisan, tapi benar-benar meresap ke dalam jiwa.
Kegiatan ini pun mendapat apresiasi tinggi dari pihak sekolah. Aji Nurwibowo, yang menjabat sebagai Ketua MT Nurul Hidayah sekaligus Kepala DA Cokroaminoto Gumingsir, merasa bersyukur atas kehadiran penyuluh dari KUA Pagentan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Syaiful. Kehadiran beliau memberikan warna baru bagi ibu-ibu wali murid kami. Di tengah kesibukan mengurus rumah tangga, siraman rohani seperti ini sangat penting agar semangat ibadah di bulan Ramadan tetap menyala dan berkualitas,” ujar Aji Nurwibowo.
Acara yang berlangsung santai ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan doa bersama. Meski dilaksanakan di ruang kelas yang sederhana, kehangatan dan ilmu yang dibagikan menjadi bekal berharga bagi 21 wali siswa tersebut untuk menyambut bulan penuh berkah yang tinggal menghitung hari.
(msa/azd)
