Banjarnegara (Humas) – Suasana penuh semangat dan kebersamaan terasa dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang diselenggarakan KUA Kecamatan Karangkobar, Kamis (5/2/2026). Kegiatan yang diikuti tujuh pasang calon pengantin (catin) ini diselingi dengan Tepuk Keluarga Sakinah yang menggema, menambah energi positif sekaligus menguatkan pesan tentang pentingnya kesiapan membangun rumah tangga.
Bimwin ini bertujuan membekali catin dengan pengetahuan keagamaan, kesehatan, serta perencanaan keluarga agar mampu mewujudkan keluarga sakinah maslahah dan melahirkan generasi yang berkualitas. Tidak sekadar teori, kegiatan dikemas interaktif dan kontekstual dengan realitas kehidupan rumah tangga masa kini.
Kepala KUA Karangkobar, H. Amat Maskuri, dalam sambutannya menegaskan bahwa pernikahan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal perjalanan panjang yang membutuhkan kesiapan mental, spiritual, dan intelektual. “Pernikahan bukan hanya akad, tetapi perjalanan panjang yang memerlukan ilmu dan kesadaran. Bekal ini penting agar rumah tangga menjadi sakinah sehidup sesurga,” tegasnya.
Materi utama disampaikan Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Karangkobar, Duwi Rohmah, dengan tema Membangun Keluarga Sakinah. Menggunakan metode interaktif Sungai Kehidupan, peserta diajak merancang arah rumah tangga sejak awal, mulai dari tujuan pernikahan, harapan bersama, langkah konkret yang akan ditempuh, hingga nilai-nilai utama yang harus dijaga seperti kejujuran, kesetiaan, dan ketakwaan.
Duwi juga menjelaskan konsep keluarga sakinah dengan analogi bangunan rumah sebagaimana tergambar dalam materi. Fondasi keluarga harus kokoh berupa keadilan, keseimbangan, dan kesalingan antara suami dan istri. Di atasnya berdiri pilar-pilar kuat, yaitu berpasangan (zawaj) yang saling melengkapi, ikatan pernikahan sebagai mitsaqan ghalizhan, membangun relasi dengan mu’asyarah bil ma’ruf, membiasakan musyawarah dalam menyelesaikan masalah, serta taradhin atau saling ridha. Semua itu dinaungi atap tujuan besar berupa kemaslahatan, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi lingkungan dan masyarakat.
“Rumah tangga harus punya arah. Dengan perencanaan, komitmen kuat, dan nilai agama, insyaallah keluarga akan menjadi sakinah,” ungkapnya.
Suasana semakin cair dengan kuis Siapa Dia untuk saling mengenal pasangan lebih dalam. Melalui pertanyaan-pertanyaan ringan namun bermakna, peserta diajak menggali karakter, harapan, serta cara pandang pasangan dalam menyikapi kehidupan rumah tangga. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan Tepuk Keluarga Sakinah yang menggema, menjadi simbol semangat kebersamaan, kekompakan, dan komitmen untuk tumbuh bersama dalam ikatan pernikahan.
Salah satu pasangan peserta, Fitri dan Andi asal Desa Binangun, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan Bimwin ini. Menurut keduanya, materi yang disampaikan sangat aplikatif dan membuka wawasan tentang pentingnya kesiapan sebelum menikah.
“Ilmu yang kami dapat sangat bermanfaat, terutama tentang komunikasi, perencanaan masa depan, dan pengelolaan keuangan keluarga. Semoga kami lebih siap membangun keluarga yang sakinah,” ungkap keduanya.
Melalui kegiatan ini, KUA Karangkobar menegaskan komitmennya dalam mendampingi calon pengantin agar tidak hanya siap secara administrasi, tetapi juga matang secara mental, spiritual, dan sosial. Konsep keluarga sakinah berwatak moderat yang disampaikan menekankan keseimbangan antara nilai agama, penghormatan terhadap pasangan, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Kegiatan Bimwin ditutup dengan doa bersama dan sesi foto. Harapannya, para calon pengantin mampu membangun rumah tangga dengan fondasi iman yang kokoh, pilar komitmen yang kuat, serta atap kemaslahatan yang menaungi kehidupan keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Dari Karangkobar, semangat membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah pun kembali diteguhkan.
(dr/azd)
