Gaida–Jauza, Duo Tour Leader Stand Bazar Literasi Madtsansa Sukses Pecahkan Suasana

Banjarnegara (Humas) – Kemeriahan Festival Literasi Kabupaten Banjarnegara Tahun 2025 semakin terasa ketika dua siswi MTs Negeri 1 Banjarnegara, Gaida dari kelas 9F dan Jauza dari kelas 9D, tampil energik sebagai tour leader di stand Bazar Literasi Madtsansa. Keduanya sukses memecahkan suasana dan membuat pengunjung betah berlama-lama di stand Madtsansa yang menampilkan karya-karya inspiratif siswa-siswi madrasah unggulan tersebut.

Kegiatan yang digelar oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banjarnegara ini berlangsung selama tiga hari, Selasa–Kamis (21–23/10/2025), dan diikuti oleh berbagai sekolah dan instansi pendidikan di Banjarnegara. Dalam ajang ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara atau yang akrab dikenal dengan Madtsansa menampilkan beragam karya literasi dari tiga kelas unggulan: Tahfiz, Riset, dan Sastra Seni.

Sebagai tour leader, Gaida dan Jauza memandu setiap pengunjung dengan penuh semangat. Mereka menjelaskan berbagai karya siswa, mulai dari buku antologi puisi, riset ilmiah, hingga produk inovatif hasil proyek berbasis literasi. Selain itu, keduanya juga mengajak pengunjung berpartisipasi dalam games edukatif berbasis digital menggunakan aplikasi Quizizz, dengan tema seputar keislaman dan pengetahuan lokal Banjarnegara.

“Menjadi tour leader di Bazar Literasi ini adalah pengalaman yang luar biasa. Saya belajar bagaimana berkomunikasi dengan banyak orang dan memperkenalkan karya teman-teman Madtsansa dengan bangga,” ungkap Gaida dengan senyum cerahnya.

“Kami juga berusaha membuat suasana stand tetap hidup dengan mengadakan games edukatif yang seru dan menambah wawasan,” tambahnya.

Sementara itu, Jauza mengaku sangat menikmati perannya dalam kegiatan tersebut.

“Awalnya agak gugup, tapi setelah beberapa kali menerima kunjungan dari sekolah lain, saya jadi lebih percaya diri. Banyak pengunjung yang antusias ikut games dan bahkan ingin tahu lebih banyak tentang kegiatan literasi di Madtsansa,” tuturnya penuh semangat.

Linara, guru sekaligus Ketua Panitia Bazar Literasi Madtsansa, memberikan apresiasi tinggi kepada dua siswinya itu. Menurutnya, Gaida dan Jauza berhasil menciptakan suasana yang interaktif dan menyenangkan di tengah ramainya pengunjung.

“Gaida dan Jauza benar-benar menjadi ujung tombak kehangatan stand Madtsansa. Mereka bukan hanya menjadi pemandu, tetapi juga duta literasi yang mampu menularkan semangat membaca dan berkarya kepada pengunjung, khususnya siswa sekolah dasar yang datang berkunjung,” ujar Linara.

Ia menambahkan bahwa pemilihan kedua siswi tersebut bukan tanpa alasan.

“Kami melihat potensi mereka dari kemampuan berkomunikasi dan kepercayaan diri yang baik. Mereka juga aktif di  berbagai kegiatan , sehingga sudah terbiasa berbicara di depan umum,” jelasnya.

Selain menjadi daya tarik utama dalam pemanduan, games edukasi berbasis digital juga menjadi sorotan di stand Madtsansa. Hj. Yuniyati, Wakil Kepala Urusan Kurikulum sekaligus koordinator games edukasi, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menggabungkan literasi digital dengan literasi keagamaan dan budaya lokal.

“Kami ingin literasi tidak hanya berhenti pada membaca dan menulis, tapi juga mampu menyentuh kemampuan berpikir kritis dan digital siswa. Melalui Quizizz, para pengunjung bisa belajar dengan cara yang menyenangkan, sekaligus mengasah pengetahuan mereka tentang Islam dan Banjarnegara,” tutur Hj. Yuniyati.

Salah satu pengunjung, Heaven, siswi SD Negeri 1 Krandegan Banjarnegara, mengaku senang mengikuti kegiatan di stand Madtsansa.

“Seru banget! Aku ikut games di telei dan bisa jawab soal tentang Banjarnegara. Kak Gaida dan Kak Jauza juga ramah banget,” ujarnya polos namun antusias.

Kehadiran duo tour leader ini memang memberi warna tersendiri dalam gelaran Bazar Literasi 2025. Mereka bukan hanya memperkenalkan hasil karya Madtsansa, tetapi juga menunjukkan bagaimana literasi bisa dikemas secara menarik dan interaktif.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, dalam kesempatan terpisah menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja tim literasi madrasah.

“Kami bangga memiliki siswa-siswi yang kreatif dan komunikatif seperti Gaida dan Jauza. Mereka menjadi contoh nyata bahwa literasi bukan hanya tentang membaca, tapi juga tentang kemampuan menyampaikan gagasan dan berbagi inspirasi,” ungkapnya.

Dengan semangat muda dan kreativitas yang mereka tunjukkan, Gaida dan Jauza sukses menjadi simbol generasi literat Madtsansa cerdas, komunikatif, dan berkarakter Islami. Kehadiran mereka menjadikan stand Bazar Literasi Madtsansa tak hanya menarik secara visual, tetapi juga hidup dan berkesan di hati setiap pengunjung. (Fy/La)