GAPAI BERKAH DI BULAN SUCI, GURU MIMAU GELAR TADARUS AL-QUR’AN BERSAMA

Banjarnegara – Memasuki pekan pertama bulan Ramadhan, suasana pagi hari di MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) tampak berbeda dari biasanya. Lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar di Masjid Baitul Falah sejak pagi sebagai langkah menggapai berkah di bulan suci. (19/2/2026).

Kegiatan tadarus ini menjadi agenda pekan pertama sebelum aktivitas pembelajaran dimulai. Tadarus ini dilaksanakan di Masjid Baitul Falah dan diikuti seluruh guru MIMAU. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk penguatan karakter religius serta langkah awal menggapai keberkahan di bulan Ramadhan.

Kepala Madrasah, Wahyul Khomisah, menyampaikan bahwa tadarus pagi sebagai langkah kita mencapai berkah dan ridhonya Allah SWT. Membentuk karakter yang religius di bulan suci dengan memanfaatkan waktu melakukan hal positif selama bulan Ramadhan.

“Tadarus pagi ini yang setiap guru berpasangan membaca satu juz sebagai langkah kita mencapai keberkahan dan ridhonya Allah SWT, juga membentuk karakter religius kita di bulan Ramadhan dengan memanfaatkan waktu kita sebaik-baiknya yaitu melakukan hal positif selama bulan Ramadhan contohnya tadarus ini,” jelasnya.

Tadarus pagi diawali dengan membaca dzikir, asmaul husna dibaca bersama, lalu setiap pasangan guru dibagi juz yang sudah ditentukan boleh simak mauapun sendiri. Setelah tadarus bersama usai, dilanjut guru membaca satu persatu dimulai halaman terkahir juz yang dibaca. Kemudian, Kepala Madrasah memimpin urai tajwid diayat terakhir yang dibaca. Tujuannya sebagai pembelajaran untuk guru tentang hukum tajwid.

Diakhir kegiatan, Wahyul Khomisah berpesan bahwa tadarus ini selain mendapat berkah juga sebagai metode belajar membaca Al-Qur’an yang benar dan memahami hukum tajwid.

“Tadarus pagi ini kita belajar membaca Al-Qur’an yang benar dengan setiap guru membaca satu persatu ayat dan memahami hukum tajwid karena belajar tajwid penting agar bacaan kita benar,” pesannya.

Kegiatan tadarus pagi ini diharapkan guna meningkatkan nilai spiritual guru sebagai pendidik, upaya belajar Al-Qur’an dan sebagai ladang keberkahan karena di bulan Ramadhan setiap amalan akan dilipatgandakan. (RF).