Literasi Ramadhan Hari Ketiga: Seyna Tegaskan Ramadhan sebagai Kesempatan Emas Melatih Kesabaran

 Banjarnegara – Program Literasi Ramadhan kelas 5D MIFABARA kembali menghadirkan tulisan yang menggugah hati. Memasuki Ramadhan hari ketiga, Ananda Seyna mengangkat tema yang penuh refleksi, “Ramadhan adalah Kesempatan Emas untuk Melatih Kesabaran dan Pengendalian Diri.”(20/2)

Dalam tulisannya, Seyna menggambarkan Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, melainkan ruang latihan jiwa. Ia menuliskan bahwa sabar bukan berarti diam tanpa usaha, tetapi kemampuan menahan amarah, menjaga lisan, dan tetap berbuat baik meski dalam keadaan lelah. Menurutnya, justru ketika fisik terasa lemah, di situlah hati diuji untuk tetap kuat.

Seyna juga menyoroti pentingnya pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari. Ia mencontohkan bagaimana seorang siswa harus mampu menahan keinginan bermain berlebihan, menunda marah kepada teman, dan tetap disiplin menjalankan ibadah. “Ramadhan seperti sekolah kesabaran. Kalau kita lulus, hati kita akan lebih tenang dan dewasa,” tulisnya dengan bahasa sederhana namun sarat makna.

Guru pembimbing menyampaikan apresiasinya terhadap kedalaman pemikiran Seyna. “Ia mampu memahami bahwa puasa adalah proses pembentukan karakter. Literasi ini bukan hanya tugas menulis, tetapi latihan menyadari makna ibadah,” tuturnya.

Kepala Madrasah pun memberikan tanggapan yang menguatkan. “Kesabaran dan pengendalian diri adalah fondasi akhlak. Jika sejak kelas 5 anak-anak sudah mampu merefleksikan hal ini, insyaAllah mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang matang secara emosional dan spiritual,” ungkap beliau.

Salah satu orang tua siswa juga merasa bangga. “Kami melihat perubahan kecil di rumah. Anak lebih berusaha menahan emosi dan lebih sadar dalam beribadah. Semoga kebiasaan baik ini terus berlanjut,” ujarnya haru.

Melalui Literasi Ramadhan, MIFABARA menanamkan bahwa setiap hari di bulan suci adalah peluang memperbaiki diri. Di hari ketiga ini, pesan Seyna mengingatkan bahwa Ramadhan adalah emas yang tak ternilai, kesempatan menempa kesabaran, menguatkan pengendalian diri, dan menumbuhkan jiwa yang lebih bercahaya. (nas)