Gaspol! Peserta ANBK Madtsansa Ikuti Penguatan Kompetensi Perdana

Banjarnegara – Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) merupakan program yang diselenggarakan Kemendikbudristek untuk menilai mutu setiap sekolah. Mutu yang dinilai yaitu dari hasil belajar murid, kualitas proses belajar mengajar, dan iklim satuan pendidikan. Dikutip dari laman Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikbudristek, instrumen yang dipakai di ANBK adalah Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) meliputi literasi dan numerasi, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Suasana penuh semangat menyelimuti ruang kelas VIII A dan VIII B Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Banjarnegara pada Selasa (29/7). Sebanyak 49 siswa dari kelas VIII, yang terpilih sebagai peserta Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2025, secara resmi memulai program Penguatan Kompetensi Literasi Membaca dan Numerasi sebagai persiapan awal menghadapi ANBK yang akan datang.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari surat pemberitahuan resmi madrasah bernomor 1965/Mts.11.04.11/PP.00.5/07/2025 yang disampaikan kepada orang tua/wali peserta didik kelas VIII. Program penguatan ini dijadwalkan berlangsung mulai 29 Juli hingga 23 Agustus 2025 dengan empat sesi setiap pekan.

Kepala MTsN 1 Banjarnegara, H. Yatiman,  mengungkapkan pentingnya kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesiapan siswa secara akademis maupun mental.

“Penguatan kompetensi ini bukan semata persiapan menghadapi ANBK, tetapi juga bagian dari upaya membangun budaya literasi dan numerasi di madrasah. Harapannya, siswa tidak hanya mampu mengerjakan soal, tetapi memahami konteks dan makna di baliknya,” tegas Yatiman.

Program penguatan terbagi ke dalam dua kelompok besar: kelas Hebat yang berlokasi di ruang kelas VIII A dan kelas Keren di ruang kelas VIII B. Setiap kelompok mendapatkan bimbingan intensif dalam literasi membaca dan numerasi oleh guru-guru terpilih dan berpengalaman.

Wakil Kepala Madrasah Urusan Kurikulum, Hj. Yuniyati,  menyampaikan bahwa penyusunan jadwal dan pembimbing kegiatan telah dirancang secara sistematis agar siswa tidak merasa terbebani.

“Kami sengaja menyusun jadwal sore hari agar tidak mengganggu pembelajaran utama. Fokus kami adalah pada penguatan kemampuan dasar siswa yang sesuai dengan profil AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) yaitu literasi dan numerasi,” ujar Hj. Yuniyati.

Salah satu pembimbing literasi, H. Surya Widhi Prakosa,  menjelaskan bahwa pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam program ini bersifat kontekstual dan kolaboratif.

“Dalam penguatan literasi, kami tidak sekadar membaca teks, tapi juga melatih siswa memahami, menafsirkan, dan mengevaluasi informasi dari berbagai sumber bacaan. Kami libatkan diskusi kelompok kecil agar siswa lebih aktif dan berani mengemukakan pendapat,” terang Surya.

Kegiatan hari pertama diawali dengan pemetaan kemampuan dasar melalui tes diagnostik ringan. Selanjutnya, siswa diajak mengeksplorasi berbagai teks bacaan informatif dan naratif serta menyelesaikan soal numerasi berbasis pemecahan masalah.

Salah satu peserta, Nydia Pratista Umar dari kelas VIII A, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, metode belajar yang diterapkan terasa berbeda dan menyenangkan.

“Biasanya belajar itu serius banget, tapi ini kita jadi lebih santai dan bisa diskusi sama teman. Aku jadi ngerti cara menyelesaikan soal-soal yang susah, terutama yang butuh pemahaman bacaan,” ungkap Nydia dengan antusias.

Sementara itu, guru matematika Arif Widayanto, yang juga menjadi pembimbing numerasi, menegaskan bahwa soal numerasi dalam AKM bukan soal hitung biasa.

“Siswa dilatih berpikir logis, menginterpretasi data, dan mengambil keputusan dari informasi numerik. Maka dari itu, penguatan ini penting agar mereka terbiasa menyelesaikan soal berbasis konteks kehidupan nyata,” jelas Arif.

Dengan semangat “Gaspol” yang digaungkan oleh para guru, siswa, dan pimpinan madrasah, program penguatan ini diharapkan mampu membekali siswa dengan kompetensi esensial sebagai cerminan mutu pendidikan madrasah. ANBK bukan lagi menjadi momok, melainkan tantangan yang siap dihadapi dengan percaya diri. (Lin)

Skip to content