Kenalkan Alat-alat, Tri Widayati Ajak Siswa Baru Madtsansa ke Laboratorium IPA

Banjarnegara — Suasana antusias terlihat jelas di wajah para siswa kelas 7 MTs Negeri 1 Banjarnegara, khususnya kelas 7A, saat mereka mengikuti kegiatan pengenalan laboratorium IPA pada Senin (28/7). Bertempat di ruang laboratorium IPA yang berada di sisi ti?Barat lapangan indoor, kegiatan ini dipandu langsung oleh guru IPA kelas 7, Hj. Tri Widayati. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengenalan lingkungan sekolah untuk siswa baru, yang bertujuan membiasakan peserta didik dengan fasilitas serta peralatan yang akan digunakan selama proses pembelajaran.

Hj. Tri Widayati tampak bersemangat menjelaskan satu per satu alat laboratorium di depan para siswa, mulai dari mikroskop, timbangan analitik, gelas ukur, tabung reaksi, hingga alat-alat praktikum lainnya. Tidak hanya menjelaskan fungsi dan cara penggunaannya, beliau juga memberikan demonstrasi langsung sehingga siswa dapat memahami secara lebih konkret.

“Saya ingin anak-anak tidak hanya mengenal alat-alat ini lewat gambar di buku, tapi juga melihat dan menyentuhnya langsung. Dengan begitu, mereka akan lebih berani dan siap saat praktik nanti,” ungkap Tri Widayati usai kegiatan.

“Laboratorium ini bukan hanya tempat eksperimen, tapi tempat belajar yang menyenangkan jika kita tahu bagaimana cara menggunakannya.” imbuhnya.

Siswa-siswi terlihat mencatat penjelasan dengan saksama, beberapa di antaranya tampak aktif bertanya dan berdiskusi. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana yang santai namun tetap fokus, menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan.

Wakil Kepala Urusan Kurikulum MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Yuniyati  yang turut hadir memantau kegiatan ini, menyatakan bahwa pengenalan laboratorium IPA merupakan langkah penting dalam menunjang kesiapan siswa mengikuti pembelajaran berbasis praktik.

“Ini adalah bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka, di mana siswa tidak hanya dituntut untuk memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam praktik nyata. Laboratorium adalah sarana penting untuk mencapai kompetensi tersebut,” jelas Hj. Yuniyati.

Ia juga menambahkan bahwa pihak madrasah berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas laboratorium agar semakin menunjang kualitas pembelajaran.

“Kami ingin siswa merasa nyaman dan semangat saat belajar IPA. Fasilitas yang baik akan berdampak pada hasil belajar yang maksimal.” lanjutnya.

Salah satu siswa kelas 7A, Abbiyu, mengaku sangat senang dengan kegiatan ini. Ia merasa tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang dunia sains.

“Saya baru pertama kali pegang mikroskop. Ternyata cara menggunakannya tidak sesulit yang saya kira. Saya jadi tidak sabar untuk praktik yang sesungguhnya,” ujar Abbiyu dengan semangat.

Hal senada juga diungkapkan oleh Bianca, teman sekelas Abbiyu, yang mengatakan bahwa ia merasa lebih percaya diri setelah mengetahui fungsi dan cara kerja alat-alat laboratorium.

 “Awalnya saya takut kalau nanti saat praktik saya salah pegang alat. Tapi setelah dijelaskan oleh Bu Tri, sekarang saya jadi lebih yakin dan tidak gugup lagi,” tutur Bianca sambil tersenyum.

Kegiatan ini menjadi pengalaman awal yang berkesan bagi para siswa baru. Selain mengenal alat-alat laboratorium, mereka juga belajar untuk bersikap disiplin, teliti, dan bertanggung jawab dalam menggunakan fasilitas madrasah.

Dengan adanya pengenalan laboratorium ini, diharapkan siswa MTs Negeri 1 Banjarnegara, khususnya kelas 7, dapat lebih siap dan termotivasi dalam mengikuti pembelajaran IPA secara menyeluruh. Semangat dan antusiasme yang ditunjukkan para siswa hari itu menjadi indikasi bahwa generasi muda Madtsansa siap menjelajahi dunia sains dengan penuh rasa ingin tahu dan tanggung jawab. (Fy)

Skip to content