Melalui Prakarya, Siswa Kelas IX Madtsansa Sulap Limbah Jadi Mewah

Banjarnegara – Siswa kelas IX MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menunjukkan kreativitas luar biasa melalui kegiatan prakarya yang diadakan pada Selasa (29/7). Bertempat di ruang kelas yang disulap menjadi bengkel mini, para siswa terlihat antusias mengubah bahan-bahan limbah menjadi produk-produk kerajinan yang menarik dan bernilai guna tinggi.

Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas, para siswa memanfaatkan limbah seperti kardus, stik es krim bekas, kertas majalah, botol plastik, dan kapas menjadi aneka barang berguna seperti lampu hias, pot pensil, tempat tisu, dan vas bunga. Tak hanya sekadar membuat kerajinan, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan melalui prinsip daur ulang.

Tri Rochani, guru Prakarya MTs Negeri 1 Banjarnegara, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis proyek yang diterapkan dalam kurikulum.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai kreativitas sekaligus kesadaran lingkungan kepada siswa. Mereka belajar bahwa limbah yang selama ini dianggap tak berguna ternyata bisa diubah menjadi sesuatu yang cantik dan fungsional,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa proses pembuatan kerajinan tidak hanya melatih keterampilan tangan, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kerjasama.

 “Siswa dituntut untuk merancang, memilih bahan yang sesuai, menentukan fungsi produk, hingga menghias agar memiliki nilai estetika,” imbuhnya.

Dukungan pun datang dari guru Bimbingan Konseling, Hj. Nasiah Ningrum, yang menilai kegiatan ini memiliki dampak positif terhadap perkembangan karakter siswa.

“Mereka belajar bertanggung jawab, sabar, dan bekerja sama dalam tim. Banyak juga siswa yang sebelumnya kurang percaya diri, kini jadi lebih berani menunjukkan ide dan hasil karyanya,” tutur Nasiah.

Salah satu siswa kelas IX A, Nazwa Ayu mengaku bangga bisa mengubah kardus bekas menjadi lampu hias yang cantik.

“Awalnya saya tidak yakin bisa membuatnya. Tapi setelah mencoba dan dibimbing oleh guru, ternyata hasilnya bagus. Senang sekali bisa membuat barang sendiri dari bahan yang biasanya dibuang,” ujarnya penuh semangat.

Hal serupa juga dirasakan oleh rekannya, Tsaumi Hana. Ia membuat pot pensil dari stik es krim dan menghiasnya dengan manik-manik serta pita.

“Kami belajar bahwa kreativitas bisa muncul dari hal-hal sederhana. Sekarang kalau lihat limbah rumah tangga, saya jadi kepikiran mau buat apa lagi, bukan langsung buang,” katanya sambil tersenyum.

Kegiatan prakarya ini bukan hanya sekadar tugas sekolah, tapi juga telah menginspirasi sebagian siswa untuk menjadikan kerajinan tangan sebagai peluang usaha kecil. Beberapa siswa bahkan telah menjual hasil karya mereka kepada teman-teman dan guru, dengan harga yang terjangkau.

Lingkungan sekolah pun turut mendukung dengan menyediakan ruang, alat, dan bahan penunjang. Kepala Madrasah melalui program pendidikan karakter juga mendorong kegiatan seperti ini sebagai bagian dari penguatan profil pelajar Pancasila dan pelajar Rahmatan lil Alamin.

Dengan semangat kreatif yang ditunjukkan siswa kelas IX MTsN 1 Banjarnegara ini, terbukti bahwa pendidikan tidak hanya sekadar teori di dalam kelas, tetapi juga mencakup penerapan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Limbah yang tadinya dianggap sampah, kini disulap menjadi barang-barang yang tidak hanya indah, tapi juga berguna dan bernilai.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa di tangan siswa-siswi Madtsansa, limbah bukan akhir dari sebuah barang, melainkan awal dari kreativitas yang luar biasa. (Fy)

Skip to content