Madtsansa Teken MoU dengan Labkesmas Banjarnegara, Dorong Penguatan Kelas Riset dan Magang Siswa

Banjarnegara – Selasa (29/7) MTs Negeri 1 Banjarnegara resmi menjalin kerja sama dengan Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Banjarnegara. Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan langsung oleh Kepala Labkesmas Banjarnegara, Muh. Faozan, dan wakil kepala urusan humas MTs Negeri 1 Banjarnegara, Linara disaksikan oleh ketua koordinator kelas unggulan riset, Hj. Tri Widayati di kantor Labkesmas, Jalan Selamanik No. 16A, Banjarnegara.

Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam pengembangan pendidikan serta praktik kerja lapangan (PKL) atau magang, khususnya bagi siswa-siswa kelas unggulan riset MTsN 1 Banjarnegara. Ruang lingkup kerja sama meliputi pemberian kesempatan kepada siswa untuk melakukan pembelajaran berbasis praktik di lingkungan laboratorium kesehatan masyarakat.

Wakil kepala urusan humas MTsN 1 Banjarnegara, Linara,  menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk keseriusan madrasah dalam mengembangkan potensi siswa sejak dini, khususnya dalam bidang penelitian ilmiah dan kesehatan masyarakat.

“Kami ingin memberikan pengalaman nyata kepada siswa, agar mereka tidak hanya kuat secara teori tapi juga terampil secara praktik. Kolaborasi dengan Labkesmas Banjarnegara ini sangat strategis untuk mewujudkan generasi madrasah yang unggul dan berdaya saing,” ujar Linara.

Senada dengan itu, Kepala Labkesmas Banjarnegara, Muh. Faozan, menyambut baik kerja sama ini dan berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Banjarnegara.

“Kami merasa terhormat bisa menjadi bagian dari pengembangan pendidikan di MTsN 1 Banjarnegara. Laboratorium kami siap menjadi tempat belajar dan berkarya bagi para siswa. Semoga ini menjadi awal dari sinergi jangka panjang,” tutur Faozan dalam sambutannya.

Kerja sama ini akan berlangsung selama satu tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Labkesmas akan menyediakan fasilitas serta narasumber atau pembimbing bagi siswa peneliti. Sementara pihak madrasah berkewajiban mengatur teknis pelaksanaan penelitian dan memastikan siswa menjalankan kegiatan sesuai ketentuan.

Pengelola kelas unggulan riset MTsN 1 Banjarnegara, Tri Widayati, mengungkapkan antusiasmenya terhadap peluang ini. Menurutnya, kegiatan penelitian di Labkesmas akan membuka cakrawala berpikir siswa, terutama dalam proses ilmiah dan metodologi riset.

“Ini sangat relevan dengan kurikulum kelas riset. Siswa bisa langsung belajar bagaimana melakukan pengujian, observasi, hingga pengolahan data secara ilmiah. Ini adalah mimpi yang jadi nyata bagi kami para guru dan siswa,” kata Tri.

Ia juga menambahkan bahwa siswa akan mendapatkan tugas-tugas berbasis proyek penelitian selama berada di Labkesmas. Hasil dari penelitian ini akan dipresentasikan sebagai bagian dari evaluasi dan pembinaan berkelanjutan.

Dengan adanya kerja sama ini, MTsN 1 Banjarnegara semakin mengukuhkan diri sebagai madrasah yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Sinergi dengan dunia kerja dan institusi profesional seperti Labkesmas diharapkan mampu mencetak lulusan yang siap bersaing, baik di ranah akademik maupun non-akademik. (Lin)

Skip to content