Banjarnegara – Pasca pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru (PKG), pendidik MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) lakukan kegiatan sharing dan belajar bersama. Forum ini diadakan di ruang forum guru dan menjadi wadah bagi para pendidik untuk saling bertukar ilmu serta memperdalam pemahaman terhadap hasil evaluasi PKG yang telah dilaksanakan.(3/10)
Dalam kegiatan tersebut, guru senior Fatma berkesempatan menyampaikan materinya mengenai cara menghitung persentase kehadiran siswa. Ia menekankan bahwa data kehadiran yang valid sangat penting untuk melihat perkembangan disiplin anak didik. “Banyak guru hanya mencatat hadir atau tidak. Jika dibuat dalam bentuk persentase, maka kita akan bisa melihat pola disiplin anak lebih jelas dari waktu ke waktu,” ungkap Fatma dengan penuh pengalaman.
Sementara itu, Nani membagikan pengetahuan seputar analisis kalender pendidikan (kaldik). Ia menjelaskan langkah-langkah menghitung jumlah hari efektif belajar, hari libur nasional, serta hari khusus kegiatan madrasah. “Analisis kaldik sangat membantu guru dalam menyusun jadwal pembelajaran. Dengan perhitungan yang tepat, target kurikulum bisa tetap tercapai meski ada libur atau kegiatan insidental,” terang Nani.
Kepala madrasah, Durotun Nafisah, memberikan apresiasi tinggi atas semangat kolaborasi para guru. Menurutnya, PKG bukan hanya ajang penilaian, melainkan juga sarana refleksi agar guru terus berkembang. “Saya bangga karena guru-guru di MIFABARA mau berbagi ilmu. Dengan cara ini, kompetensi mereka semakin meningkat, dan hasilnya tentu akan berdampak positif pada peserta didik,” tuturnya.
Salah satu guru impassing, Choiriyah, mengaku sangat terbantu dengan adanya forum tersebut. “Kadang kita bingung dengan teknis perhitungan, baik persentase kehadiran maupun analisis kaldik. Dengan adanya sharing seperti ini, semua jadi lebih jelas dan bisa langsung dipraktikkan di kelas masing-masing,” ujarnya penuh semangat.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Salah satu guru saling berbagi dan aktif bertanya ataupun memberi masukan berdasarkan pengalaman di kelas. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi tradisi positif pasca PKG di MIFABARA, sehingga guru tidak hanya sekadar menjalankan administrasi, tetapi juga mampu tumbuh sebagai pendidik profesional. Dengan adanya budaya belajar bersama, kualitas pembelajaran di madrasah diyakini akan semakin meningkat.(nas)
