Banjarnegara – Dalam rangka persiapan menjelang penilaian wawancara dan verifikasi lapangan lomba Sekolah dengan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Aman tingkat nasional tahun 2025, MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) mendapatkan pendampingan intensif dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara dan Puskesmas Banjarnegara 1 pada Selasa, 23 Juli 2025.
Pendampingan yang dilakukan sehari sebelum penilaian nasional tersebut dipimpin langsung oleh dua pejabat penting. Dari Dinas Kesehatan Banjarnegara hadir Sri Haryati, selaku Kepala Subbagian (Kasubag), sementara dari Puskesmas Banjarnegara 1 dipimpin oleh Kepala Puskesmas, Khusnul Khotimah. Kegiatan pendampingan ini meliputi pengecekan administrasi serta survei lapangan untuk memastikan seluruh persiapan Madtsansa berjalan sesuai standar nasional.
Acara pendampingan diawali dengan pertemuan koordinasi yang berlangsung di ruang kepala madrasah. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, Yatiman, M.Pd., para wakil kepala madrasah, tim keamanan pangan sekolah (TKPS), serta perwakilan dari siswa.
Dalam sambutannya, Kepala Madrasah Yatiman menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas dukungan dan perhatian yang diberikan oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas Banjarnegara.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran tim dari Dinkes dan Puskesmas. Pendampingan ini sangat penting bagi kami sebagai bentuk persiapan maksimal menjelang penilaian besok. Kami yakin, dengan kolaborasi dan bimbingan yang tepat, Madtsansa dapat memberikan hasil terbaik dan membawa nama baik Banjarnegara di tingkat nasional,” ungkap Yatiman.
Sri Haryati, Kasubag Dinas Kesehatan Banjarnegara, dalam penyampaiannya menegaskan bahwa PJAS Aman bukan sekadar lomba, tetapi lebih kepada membangun budaya hidup sehat dan kebiasaan konsumsi pangan yang aman di lingkungan sekolah.
“Madtsansa memiliki potensi besar. Kami dari Dinas Kesehatan hadir untuk memastikan bahwa seluruh aspek administrasi, pelaksanaan program, dan penerapan prinsip keamanan pangan sudah berjalan dengan baik. Kita tidak hanya bicara tentang nilai, tetapi juga tentang keberlanjutan program ini di masa depan,” terang Sri Haryati.
Senada dengan itu, Kepala Puskesmas Banjarnegara 1, Khusnul Khotimah, juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen sekolah dalam memastikan keberhasilan program PJAS Aman.
“Sekolah sehat berawal dari makanan sehat. Kita ingin menjadikan Madtsansa sebagai contoh bagaimana sekolah dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan aman untuk anak-anak. Kami mendampingi hingga detik terakhir sebelum penilaian, termasuk pengecekan ulang terhadap fasilitas UKS, kantin, sanitasi, dan kebersihan lingkungan sekolah,” ujar Khusnul.
Setelah sesi diskusi dan arahan, tim melakukan survei lapangan dengan mengunjungi berbagai titik penting di lingkungan sekolah. Mereka meninjau langsung kebersihan kantin, ketersediaan tempat cuci tangan, pengelolaan sampah, dan ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Selain itu, tim juga memeriksa dokumen administrasi pendukung, termasuk SOP kantin sehat, laporan kegiatan TKPS, dan dokumentasi kegiatan edukasi kepada siswa.
Ketua Tim TKPS Senior MTs Negeri 1 Banjarnegara, Ibu Siti Nurjanah, S.Pd., menyampaikan bahwa seluruh tim telah bekerja keras selama beberapa bulan terakhir untuk mempersiapkan segala aspek yang dinilai dalam lomba PJAS Aman. “Kami telah mengintegrasikan edukasi keamanan pangan dalam pembelajaran, rutin melakukan evaluasi kantin, serta melibatkan siswa dalam kegiatan pengawasan dan promosi hidup sehat. Kami siap untuk besok,” tegasnya.
Dengan semangat kolaborasi antara sekolah, dinas kesehatan, dan puskesmas, MTs Negeri 1 Banjarnegara optimis menghadapi penilaian nasional PJAS Aman pada 24 Juli 2025. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat budaya sehat dan aman di lingkungan sekolah. (Fy)







