Banjarnegara (Humas) – MTs Negeri 1 Banjarnegara terus menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan generasi Qur’ani yang unggul melalui Program Kelas Unggulan Tahfiz. Salah satu kegiatan inti dalam program ini adalah halaqah tahfiz yang dirancang dengan sistematis dan terukur. Kegiatan halaqah ini tidak hanya bertujuan menambah hafalan Al-Qur’an, tetapi juga menjaga kualitas hafalan melalui pembinaan berkelanjutan setiap pekannya.
Kegiatan halaqah rutin dilaksanakan pada hari Senin pukul 07.00 – 08.30 WIB serta pada hari Selasa hingga Kamis pukul 07.00 – 07.55 WIB. Waktu yang telah dijadwalkan ini dimanfaatkan secara maksimal dengan menerapkan lima langkah utama dalam proses pembelajaran, yaitu pembukaan dan doa, persiapan setoran hafalan baru, setoran baru (ziyadah), muroja’ah, dan ditutup dengan doa serta evaluasi singkat.
Koordinator Kelas Unggulan Tahfiz, Khoirul Mahbub Alhafidz menyampaikan bahwa sistem halaqah ini telah disusun secara matang dan menjadi kunci utama dalam membina hafalan siswa.
“Kami menerapkan metode yang menggabungkan tahsin, setoran, muroja’ah dan motivasi. Harapannya, siswa tidak hanya menghafal, tetapi memahami dan menjaga hafalan mereka secara konsisten. Program ini telah disesuaikan untuk kebutuhan anak-anak dengan target realistis dan sistem evaluasi yang terjadwal,” jelas Mahbub.
Target hafalan yang ditetapkan bervariasi berdasarkan tingkat kelas. Siswa kelas VII ditargetkan menghafal 1 hingga 2 juz, kelas VIII 3 hingga 4 juz, dan kelas IX ditargetkan mencapai 5 juz mutqin. Untuk memastikan pencapaian ini, madrasah juga menerapkan beberapa evaluasi, seperti Imtihan Tahfiz Bulanan (ITB), Ujian Tahfiz Akhir Semester (UTAS), serta pelaporan hasil hafalan dalam bentuk rapor yang disampaikan kepada wali murid setiap semester.
Guru pembimbing halaqah sekaligus staf Humas MTs Negeri 1 Banjarnegara, Abdul Majid, menuturkan bahwa keterlibatan guru dalam setiap sesi halaqah sangat krusial.
“Kami memulai dengan pembukaan dan doa bersama, dilanjutkan dengan setoran hafalan baru dan muroja’ah. Guru memantau langsung satu per satu siswa, membenarkan tajwid dan makhraj, serta memberi semangat untuk mempertahankan hafalan. Tak jarang, kami juga memberi motivasi tambahan agar siswa tetap semangat menghadapi tantangan,” ujar Majid.
Kegiatan pendukung seperti tasmi’ bagi siswa yang telah mencapai target, studi rihlah ke pesantren tahfiz, serta pembekalan pasca liburan juga menjadi pelengkap program ini. Semua ini bertujuan membentuk karakter siswa yang cinta Al-Qur’an dan konsisten dalam menghafalnya.
Salah satu siswa kelas IX dari program tahfiz, Zalfa, mengungkapkan kesan mendalamnya selama mengikuti halaqah.
“Awalnya saya merasa sulit karena harus konsisten setiap hari. Tapi dengan bimbingan ustaz dan semangat dari teman-teman, saya sekarang justru merasa lebih dekat dengan Al-Qur’an. Muroja’ah setiap hari membantu saya menjaga hafalan agar tidak mudah lupa,” ungkap Zalfa dengan antusias.
Hal serupa juga dirasakan oleh Qori, siswa kelas VIII, yang telah menyelesaikan 3 juz.
“Setiap kali berhasil menyetorkan hafalan, rasanya bangga. Tapi yang lebih penting, saya belajar bahwa hafalan harus dijaga dengan muroja’ah terus-menerus. Saya suka saat ustaz memberi motivasi di awal dan akhir halaqah, itu sangat membantu saya untuk tetap semangat,” kata Qori.
Melalui pembelajaran halaqah ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara tidak hanya fokus pada capaian kuantitas hafalan, tetapi juga pada kualitas, konsistensi, serta nilai-nilai karakter yang dibentuk dari proses menghafal Al-Qur’an. Dengan metode yang terstruktur, pendampingan intensif, serta evaluasi berkala, program unggulan Tahfiz Madtsansa diharapkan mampu mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual. (Lin/La)







